Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

Belajar jadi wartawan (?)

Udah beberapa hari terakhir ini aku nemenin temenku, Laras, buat ngeliput berita-berita penting di Pekanbaru.
Si temenku itu lagi magang di salah satu kantor berita nasional di Pekanbaru.
Tadinya sih aku juga mau ikutan magang bareng dia, yaa sekalian ngisi-ngisi waktu kosong selama liburan ini gitu.
Tapiii.. berhubung aku basic-nya bukan di jurnalistik, dan kebetulan aku emang ga ada bawa surat izin magang dari kampus, jadinya ga bisa ikutan magang.
Hiks 😦

Dan kebetulan pula, Laras ngajakin aku untuk nemenin dia ngeliput berita.
Sekalian ngebantuin juga, katanya.
Yauda, karna aku juga lagi ga ada gawean di rumah, aku mau nemenin dia ngeliput berita.
Itung-itung, walopun ga terdaftar jadi mahasiswa magang di kantor berita tersebut, paling ga aku dapet pengalaman nguber-nguber beritanya.
Pengalaman belajar jadi wartawan. Hehe 😀

Nah, jadi tadi kita berdua dapet tugas buat ngeliput tentang pelaksanaan pemerintahan gubernur sementara di kota Pekanbaru.
Kita disuruh cari pendapat dari pengamat politik di salah satu universitas terkemuka di kota ini.
Yaudah aja, kita pergi ke kampus tsb dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (a.k.a FISIP) sbg tujuan utama.
Sialnya, sampe di sana kita malah dioper ke sana ke sini.
Pertamanya disuruh ke ruang Dekan. Ternyata si bapak Dekan nya ga mau terima coz we don’t have the card id.
Trus kita coba ke Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan. Eh si ibunya malah ga mau ngasi pendapat. Ga ahli, ceunah. Huu 😦
Abis gitu, kita di rekomendasiin ke beberapa nama, tapi ternyata nama-nama tersebut blom pada dateng. *nah loh udah siang gtu tapi kok blom dateng jga? ckckck ;)*
Sampe akhirnya kita dihadapkan sama Pembantu Dekan 1 di fakultas tsb. Fyuh. Lega juga akhirnya ada orang yang bisa dimintai pendapatnya.
Pas di ruangan si bapak, kita yang tadinya mau tanya-tanya tentang pendapat beliau, eh malah balik ditanya ini itu. Tentang kuliah lah, tentang magang nya itu lah, blablabla.
Ujung-ujungnya, hasil interview yang didapat ga sesuai sama yang diharapkan. Huu 😦
Yauda aja kita tambah-tambahin aja beritanya. Hehe 😛

Huf. Mana siang tadi matahari lagi bersinar dengan garangnya pula. Panas banget sumpah! 😦
Abis ngeliput itu, kita berdua langsung pergi makan siang. Laper soalnya. 😀 Hehe.

Dari sini aku bisa ngerti gimana mereka cara kerja wartawan, baik yang bertugas di media cetak maupun media elektronik.
Aku dan temenku ini yang cuma ngeliput satu berita aja udah ngerasa cape banget.
Apalagi mereka yang bener-bener nguber berita ke sana sini.
Satu hal yang pasti, aku ga ada minat sama sekali jadi wartawan! Haha.
Tar aku pengennya tetep jadi psikolog yang juga jago menulis. Amiinn 🙂 Hehe.

Yap, begitulah hari ini berlalu dengan satu pelajaran baru.
Semoga bsok bisa lebih baik lagi dari hari ini 🙂

Read Full Post »

Baby, I’m yours (baby, I’m yours)
And I’ll be yours (yours) until the stars fall from the sky,
Yours (yours) until the rivers all run dry
In other words, until I die

Baby, I’m yours (baby, I’m yours)
And I’ll be yours (yours) until the sun no longer shines,
Yours (yours) until the poets run out of rhyme
In other words, until the end of time

I’m gonna stay right here by your side,
Do my best to keep you satisfied
Nothin’ in the world can drive me away
‘Cause every day, you’ll hear me say

Baby, I’m yours (baby, I’m yours)
And I’ll be yours (yours) until two and two is three,
Yours (yours) until the mountains crumble to the sea
In other words, until eternity

Baby, I’m yours
‘Til the stars fall from the sky
Baby, I’m yours
‘Til the rivers all run dry
Baby, I’m yours
‘Til the sun no longer shines
Baby, I’m yours
‘Til the poets run out of rhyme

P.S. this songs just for you, hun! always love you and always be yours 🙂

Read Full Post »

Penyakit itu…

26 September 2003 @ MMC Hospital, Malacca, Malaysia.

Ga terasa. Udah hampir 5 tahun sejak penyakit itu diangkat dari tubuhku. Dan sampai sekarang, aku memang udah ga pernah check up ke dokter lagi mengenai penyakit ku itu. Terakhir kali, hanya obat alternatif yang aku minum guna mempercepat penyembuhan dan menghindari munculnya penyakit itu lagi.

Ya, dulu, waktu aku duduk di kelas 2 SMP, timbul gejala-gejala ga lazim pada badanku. Rambut yang semakin rontok, tubuh yang kian kurus, menstruasi yang tidak lancar, dan bagian bawah perut yang mengeras seperti batu. Mama yang melihat keadaanku saat itu selalu membujukku untuk memeriksakan diri ke dokter, karna melihat kondisi tubuhku yang kian memprihatinkan itu. Aku yang dulunya berisi, tiba-tiba menjadi kurus kering dengan pipi tirus. Akan tetapi, karna aku nya ngerasa ga ada yang aneh pada badanku menolak bujukan sang mama untuk ke dokter.

Sampai akhirnya, ketika aku duduk di kelas 3 SMP, mama yang memang dari awal udah ada firasat jelek pada kondisi kesehatanku, secara paksa menjemputku pulang dari sekolah dan memeriksakan keadaanku ke dokter spesialis penyakit dalam di sebuah rumah sakit swasta di kota Batam. Setelah menjalani proses USG hingga X-Ray, dokter mengatakan bahwa aku terjangkit “TBC Usus”. Dokter tersebut hanya memberikanku obat TBC dan beberapa obat-obat lainnya.

Karna ngerasa janggal dengan vonis dokter. Mama kembali membawaku ke dokter senior ahli penyakit dalam yang cukup terkenal di kota Batam. Sekali lagi, aku menjalani proses USG. Saat dokter mendeteksi bagian perutku yang keras dengan alat USG nya, aku melihat ke layar monitor, ada semacam gumpalan daging di dalam perutku. Kontan saja aku ngerasa takut dan mulai mengira-ngira apa yang ada di dalam perutku itu. Selesai pemeriksaan, dokter memintaku keluar, dan ia pun berbicara dengan kedua orang tuaku. Aku gatau apa yang mereka bicarakan. Yang aku tau, keesokan paginya, mama mengatakan padaku bahwa hari itu aku mama dan ayah akan berangkat ke Malacca untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sesampainya di Malacca, ternyata dokter yang diajukan oleh pihak rumah sakit di Batam sedang ada urusan lain. Jadinya aku dialihkan ke dokter spesialis kandungan (aku lupa siapa namanya, chinese gtu kalo ga salah). Tanggal 26 September 2003 pagi, untuk kesekian kalinya aku menjalani USG dan X-Ray. Dokter memvonisku menderita tumor jinak di bawah indung telur dan saat itu juga dokter menyarankan aku untuk segera melakukan pengangkatan tumor tersebut. Pagi itu juga aku menjalani operasi. Itu adalah kali pertama aku masuk ke dalam ruangan operasi, melihat ruangan serba putih itu, alat-alat itu, dokter dan suster dengan maskernya, membuatku takut yang teramat sangat. Belum lagi ketika tempat tidurku didorong masuk ke dalam ruangan ini, aku sempat melihat wajah ayah dan mama yang nangis, pasrah dengan apa yang terjadi pada putri sulungnya ini.

Aku ga inget apa yang terjadi di ruangan itu. Yang aku inget, terakhir kali aku disuruh ngitung domba sama susternya, dan ntah sampe hitungan ke berapa, aku udah ga sadarkan diri. Dan pas udah sadar keesokan harinya, aku udah ada di dalam kamar inap, dengan ayah dan mama yang berada di dekat tempat tidurku. Yap, hari ini tepat adalah hari ulang tahunku yang ke-14 tahun (27 September 2003-red). Aku merayakan 14th Anniversaryku di negri orang, di ruang rawat inap, dengan kondisi setengah sadar dan dalam keadaan masih nahan rasa sakit karena operasi itu 😦 Kata mama, tumor tersebut udah berhasil di angkat, dan ternyata ga hanya itu. Selain pengangkatan tumor itu, ternyata dokter juga memotong beberapa cm saluran kencingku yang infeksi karena terjepit tumor tersebut. Akh, sungguh hari ulang tahun yang menyeramkan! 😦 Huf.

Aku rawat inap di sana hanya 2 minggu saja. Setelah 3 hari istirahat di rumah, aku bisa kembali menjalankan aktivitasku di sekolah. Memang yaa, peralatan medis di luar lebih canggih dibandingkan di Indonesia. Operasi besar seperti yang aku jalanin ini ga butuh waktu lama untuk nyembuhin lukanya. Ckckck. Hoho 😀 Oh iya, sebenernya dokter di sana menyarankan agar aku menjalani kemoterapi, tapi ayah gamau, soalnya ngebayangin orang yang kemo itu kan sakit banget, dan kebetulan ayah ada dapet obat alternatif dari china gitu, untuk penyembuhan dan pencegahan kanker. Alhasil aku ga jadi ngejalanin kemoterapi, hanya mengkonsumsi obat itu 15 butir sehari (5 pagi, 5 siang, 5 malem) selama 3 bulan berturut-turut dengan pantangan ga boleh makan daging, ikan, dan makanan berprotein lainnya. Jadinya cuma boleh makan sayur-sayuran doang. Paraah… Hiks 😦

Yang aku rasa sampe saat ini, di tahun kelima setelah aku menjalani operasi itu, aku merasa udah sehat lagi. Emang sih masih suka bermasalah dengan ginjal, dan jahitan operasiku. Tapiii, belakangan ini aku mulai merasakan ada yang aneh lagi di tubuhku. Belakangan ini juga menstruasiku terhambat. Huf, ada apa lagi ini??? Aku udah coba konsultasi sama mama, tapi mama bilang jangan mikir yang macem-macem dulu, moga-moga itu cuma nyeri biasa. Yap, semogaa…

Hmm, postingan ini sekalian untuk berbagi pengalaman dan informasi buat kamu semua temen-temen remaja putri. Waspadai setiap keanehan yang kamu rasakan di sekujur tubuh kamu! Misalnya kaya rambut rontok, menstruasi ga lancar, badan kurus mendadak, dsb. Soalnya berdasarkan pengalaman, penyakit tumor yang pernah aku derita itu, masih blom diketahui penyebab pastinya. Trus juga kita ga ada ngerasa sakit atau nyeri, dan karna rongga perut itu besar, jadinya ga keliatan ada pembengkakan ato gimana gitu. Jadi yaa kalo ada ngerasa aneh sama kondisi tubuh kamu, mending langsung konsultasi ke dokter secepatnya, sebelum terlambat. Semoga informasi ini bermanfaat. Amiin 🙂

Read Full Post »

Pekanbaru (?) Batam (?)

Huaaaa 😦 Bete banget deh! Liburan kali ini suntuk banget ih sumpaaah! 😦 Ga ada seru-serunya! Hiks 😦 Yaaa, abisan di kota suntuk kaya Pekanbaru gini mau jalan ke mana coba? Ujung-ujungnya ke mall lagi, ke mall lagii. Hiks. Bosen! Dari pas pertama nyampe Pekanbaru juga, aku kerjanya di rumaah aja mulu. Palingan juga kalo jalan cuma main ke mall gitu doang. Huhu. Ditambah lagi, temen-temen SMA di sini banyak yang ga pulang. Banyak yang SP! Jadi aja, sepi banget di sini. Hiks. Beteee. 😦

Pengen ke Bataam..!! Pengen pindah lagi ke Batam..!! 😦

Paling ga, di Batam suasananya lumayan asik untuk liburan (dibanding di Pekanbaru-red). Bisa main di pantai, naik banana boat ato ga canoe gitu. Kan asik tuh! Hiks. Huhu 😦 Trus juga, temen-temen beberapa juga lagi di Batam. Jadi paling ga bisa ngumpul-ngumpul sama temen-temen. Di Batam juga banyak sodara, jadi lebih asik ngumpul-ngumpulnya. Huaaaa.

Hmm, yang paling penting sih, di sana aku kalo mau kemana-mana gampang pisan! Ga kaya di Pekanbaru, susah mau pergi-pergi. Kalo ga bawa kendaraan sendiri, kudu ada yang nebengin. Jadi aja aku ga bisa keluar kalo ga ada temennya. Huhuhu 😦 Aku ga bisa bawa kendaraan apapun sih. Hiks. Kasian banget yah aku? Hahahaha *duh, ga jelas gini* Hahahaha 😀

Berharap si Ayah dipindahin lagi ke Batam! Hiks. Huhu. Ayo dong Ayah, pindah lagi ke Batam! Huhu.

 

Nb. Maaf, postingan ga jelas! Haha. Lagi eror gini akuu. Hahahahahaha. (?)

Read Full Post »

Peribahasa itu.

Hmm, siapa sih yang ga tau sama peribahasa itu. Ya ga?

Yah, itu juga yang pasti nya akan berlaku dalam kehidupan percintaanku. Khususnya buat aku, dia dan mereka. Insya Allah, walaupun awalnya banyak banget masalah yang menghadang, tapi untuk ke depannya semua itu akan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan hati. Amiinn 🙂

Buat aku, dia dan mereka. Ga akan ada lagi air mata itu. Ga akan ada lagi rasa sakit itu. Ga akan ada lagi kekecewaan itu. Yang ada hanyalah kebahagiaan, dan air mata yang keluar adalah air mata bahagia yang mengalir menghapus duka masa lalu. Semua akan berubah! Aku berjanji pada diriku sendiri. Aku berjanji pada dia. Aku berjanji pada mereka. Aku akan menjadi yang terbaik untuk semua. Dan semoga mereka bisa menerimaku dengan tangan terbuka.

Anggaplah ini adalah sebuah lembar baru. Dengan tidak melupakan masa lalu. Tapi menjadikan masa lalu itu sebagai pelajaran berharga untuk bisa menjadikan ke depannya lebih baik lagi.

Anggaplah aku adalah orang yang baru, tanpa melupakan aku yang dulu. Karena aku yang dulu adalah aku yang berusaha berubah menjadi lebih dewasa dengan segala tingkah polah kanak-kanakku. Aku yang sekarang sedang berusaha menciptakan image baru. Bermetamorfosa dari ulat yang menjijikkan, menjadi kupu-kupu yang membawa manfaat dan kebahagiaan bagi semua.

Untuk mereka yang membaca tulisanku ini. Semoga kalian bisa menerimaku dengan hati bahagia. Tanpa ada dendam atas masa lalu. Karena aku sayang kalian semua, seperti aku menyayangi keluarga ku sendiri. Maafkan atas segala perbuatan jelekku. Maafkan atas semua masa lalu itu. Dan terima kasih atas pengertian yang selama ini telah kalian berikan. Aku akan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya 🙂

Read Full Post »

Badai pasti berlalu.. :)

Im sure. Everything will be ok 🙂

Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk semua. Ga akan ada lagi permasalahan-permasalahan ga penting itu. Semua pasti akan baik-baik aja, dan badai pasti (segera) berlalu..

I promise, hun.. 🙂

Read Full Post »

Scothic (?) I miss you all..

Hmm. Apa itu Scothic? Pasti masih banyak juga yang belom tau apa dan siapa itu Scothic. Okay, akan ku jelaskan. Scothic itu adalah sebuah singkatan, yaitu Science Class On The Music 🙂 keren kan? Haha. *narsis mode on :-p*. Scothic adalah sebuah simbol, dari suatu persaudaraan yang terjalin di antara kita. Scothic adalah sebuah kelas, di mana di dalamnya terdapat anak-anak pinter namun aneh bin ajaib. Tapii, dengan segala keanehan nya itu, justru hal tersebut lah yang sangat aku rindukan dari Scothic. Kenapa malam ini aku bikin postingan tentang Scothic?

Tadi siang, aku ngutak ngatik laptop. Folder demi folder dibuka, demi mencari jalan keluar dari mampetnya saluran kreatifitasku. Kemudian, mataku tertuju pada folder photo SCOTHIC. Langsung ku buka, daaann.. seketika itu juga aku merasakan kerinduan yang amat sangat pada kelasku itu. Melihat berbagai pose anak-anak yang sarat akan keceriaan dan kebahagiaan, membuatku ingin kembali ke masa-masa itu. Masa-masa di mana aku mendapatkan canda tawa itu. Dan yang bikin aku bener-bener kangen sama mereka adalah saat aku melihat foto-foto farewell party kelas yang diadain di Purajaya Resort, Batam.

Waktu itu, aku ngebela-belain pulang ke Batam, dan meninggalkan acara perpisahan sekolahku di Pekanbaru, hanya agar aku bisa bergabung bersama teman-teman tercintaku di Batam. Ternyata semua yang aku lakukan itu ga sia-sia, sungguh saat-saat kita nginep bareng di Purajaya Resort (yang kebetulan milik salah seorang anak Scothic juga-red), adalah saat-saat yang paling indah. Di mana kita semua saling sharing satu sama lain, BBQan bareng, berenang bareng, and many more…

Dan, tiba-tiba aja satu rencana baru terbersit di pikiran aku, yaitu untuk mengadakan reunian Scothic dengan konsep kya waktu kita farewell party itu. Cuma masalahnya adalah, kapan waktu itu tiba? Sementara saat ini para personil Scothic lagi pada sibuk kuliah semua. Jadwal pulang ke Batam nya pada ga samaan. Jadi gimana bisa reunian itu bakal terlaksana? Yah, aku hanya bisa berharap, mudah-mudahan ada saatnya semua anak-anak Scothic bisa ngumpul di Batam pas liburan tiba. Amiinn 🙂

 

P.S. SCOTHIC, I MISS YOU ALL!

Read Full Post »

Older Posts »