Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2011

Semua Tak Lagi Sama

Apa yang terjadi saat ini sudah bisa dipastikan memiliki perbedaan dengan apa yang terjadi di hari-hari yang lalu. Yang terdekat mungkin kurang lebih 3 bulan yang lalu. Saya gak tahu pasti, yang jelas sensasinya berbeda. Rasa itu tidak lagi sama.

Mungkin saya terlalu banyak menuntut dan malah cenderung agresif. Tapi setelah berpikir selama beberapa hari belakangan, sudah sepantasnya saya menghentikan ke-agresif-an saya ini. Mengingat selama beberapa minggu terakhir, hanya saya yang sepertinya banyak memberi untuk hubungan ini.

Kita memang kembali menjalaninya. Memutuskan untuk mencoba kembali menaklukkan jarak yang terbentang di antara saya dan dia. Tapi terkadang saya berfikir, tidakkah ada rasa dalam dirinya untuk menunjukkan pada saya bahwa dia masih menyayangi dan mencintai saya?

Oke, sekali lagi mungkin saya jadi seperti menuntut. Saya mencoba maklum, mengingat kesibukan yang dia jalani selama beberapa hari terakhir. Toh terkadang dia masih menyempatkan diri untuk ввм atau menelfon saya. Tapi sekali lagi, saya masih merasa janggal. Apa mungkin karena semenjak permasalahan itu, kita belum bertatap muka lagi? Entahlah..

Yang saya tau, suatu saat nanti, saya mungkin saja akan kembali menyerah pada hubungan ini, apabila hanya saya yang terus-terusan memberi. Love is not always giving, right? Love is also receiving..

Sejujurnya.. Saya sangaaaaaaat merindukan dia. Tepatnya sosok dia yang dulu. Yang teramat sangat mengayomi saya, mencurahkan perhatiannya pada saya, dan benar-benar terlihat menyayangi dan mencintai saya.

Mungkin sekarang semuanya berbeda. Semua tak lagi sama. Yang saya tau, saya dan dia kembali mencoba. Entah hubungan ini akan dibawa kemana. Tapi saya selalu yakin, semua akan indah pada waktunya.

Read Full Post »

Menyerah Pada Realita

Setelah memutuskan untuk mencoba kembali, ternyata kita mengabaikan banyak hal lain yang secara langsung atau tidak, cepat atau lambat, akan memberikan pengaruhnya. Salah satu yang paling utama adalah masalah jarak. Ya, jarak yang tidak dapat kita taklukkan bersama.

Kita memang masih menjaga komunikasi satu sama lain. Tapi hanya sampai di situ. Kita hanya menjaga kuantitas, bukan kualitas. Dan itu tidak cukup untuk mempertahankan apa yang sudah kita bina selama ini.

Mungkin kita memang tidak bisa menjalani hubungan seperti ini. Hubungan yang dibatasi dengan jarak beratus-ratus kilometer. Intensitas pertemuan sangat minim. Ditambah lagi dengan komunikasi yang hanya seadanya. Hanya formalitas belaka.

Pada akhirnya, hubungan jarak jauh itu membawa kita ke titik ini. Jenuh. Bosan. Kehilangan semua rasa yang pernah kita rasakan satu sama lain.

Dan kita pun memutuskan untuk menyerah pada realita yang ada. Mencoba kembali ke jalan masing-masing. Fokus pada tujuan masing-masing. Dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Read Full Post »

Hari ini, tepat empat tahun yang lalu.. dia datang membawa cinta dan kebahagiaan yang ditawarkan pada saya. Janji itu akhirnya terucap. Janji untuk saling menjaga hati dan bersama-sama menjalani hidup menuju satu tujuan.

Sejak saat itu, bersama-sama, kita menjalani hari-hari dengan canda, tawa, duka dan air mata. Menjalani roda kehidupan yang selalu berputar. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Menjalani masa-masa sulit ketika hidup sebagai mahasiswa perantauan, sampai hedon bersenang-senang ke sana ke sini. Semua itu masih melekat di hati dan pikiran saya, sampai detik ini.

Sekarang, setelah genap empat tahun berlalu, mungkin semua terasa berbeda. Entah bagi saya, atau bagi dia. Akan tetapi, saya tidak dapat menghentikan kenangan-kenangan tersebut berputar begitu saja dalam pikiran saya. Membawa saya larut dalam kebahagiaan dan kesedihan yang sudah terjalin selama kurun waktu empat tahun belakangan ini.

Abang selalu bilang, Allah itu Maha Romantis.. Allah yang dulu mempertemukan kita dengan segala kebetulan yang ada. Allah pula yang mengirimkan rasa sayang dan rasa cinta di diri kita. Allah juga yang menyusun skenario tentang hubungan kita, bagaimana kita menjalani apa yang telah kita jalani selama empat tahun ini.

Mungkin sekarang Allah punya rencana lain untuk kita. Rencana yang kita tidak pernah tau akan berujung ke mana. Rencana Allah yang saya yakini sebagai skenario terbaik dari Allah untuk kita berdua.

Satu yang pasti, di antara kesedihan yang saya rasakan selama beberapa minggu terakhir, akhirnya pada hari ini, 7 Juli 2011, saya bisa merasakan sedikit kebahagiaan itu. Kebahagiaan dalam mengenang masa-masa indah kita yang penuh suka dan duka.

Selamat tanggal 7 Juli, Abang..

It always be my sweetest moment in my life. Thank you..

First Photograph, 7 Juli 2007 @ Balai Dang Merdu

Read Full Post »