Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘movie’ Category

Sebagai salah satu Potter’s freak fans, begitu denger kabar kalo sekuel keenam Harry Potter : Harry Potter and The Half-Blood Prince akan rilis di Indonesia 16 Juli 2009 kemaren, aku langsung berniat untuk nonton premiernya! HARUS! 😀 Waktu itu aku dan si pacar udah janjian mau nobar bareng temen-temennya si pacar. Ternyata eh ternyata, dua hari sebelum rilis, konter tiket khusus film Harry Potter and The Half-Blood Prince udah dibuka di Ciwalk XXI dan beberapa bioskop lainnya di Bandung. Aku dikasi tau sama temennya si pacar itu dan dia bilang, untuk pemutaran hari Kamis, 16 Juli 2009, udah pada full.

Pas dapet informasi tsb, aku dan si pacar langsung tancap gas ke Ciwalk XXI. Dan benar sekali sodara-sodara! Di konter khusus Harry Potter untuk tanggal 16-20 Juli 2009, antriannya udah kayak ULAR! Panjang banget. Buset dah. Tapi berhubung aku udah niatin banget pengen bisa nonton pas rilis, yauda aku coba untuk ikutan ngantri. Berharap lagi mujur, trus dapet deh tiketnya, minimal buat dua orang lah hehehe 😀

Dan, alhamdulillah.. usaha kita untuk ngantri ga sia-sia. Kita berdua dapet tiket di posisi yang pas! Dan di jam paling pagi pula, jam 12 siang! Hahahaha 😆 Itu artinya, aku akan nonton film Harry Potter and The Half-Blood Prince ini, di hari pertama rilis di Indonesia, dan di pemutaran perdana di Ciwalk XXI, atau (mungkin) juga di Indonesia!! Yippieeee… Seneng banget. Rasanya ituuu, PUAS banget! Hehehe :mrgreen:

Anyway, film Harry Potter sekuel yang keenam ini, menurut aku sekuel yang paling bagus di antara semua sekuel Harry Potter yang lain. Berdasarkan rating di IMDB.com juga film ini berhasil memperoleh rating 8,3 yang artinya ada kemungkinan untuk bisa masuk di jajaran IMDB Top 250 film. Dan juga di Rottentomatoes.com, film yang berdurasi kurang lebih 2 1/2 jam ini mendapatkan rating 86%, di mana di RT ini, yang banyak ngevote adalah orang-orang yang ahli di dunia perfilman, so bisa dipastikan terpercaya 🙂

So far, setelah aku nonton filmnya, aku ngerasa SANGAT PUAS! Terlebih karna sekuel sebelumnya, Harry Potter and The Order of Phoenix, menurut aku jelek banget! Di sekuel tersebut karakter tokohnya ga dapet, terutama karakter si Prof. Dolores Jane Umbridge. Sementara di sekuel yang keenam ini, aku melihat semua karakter udah dengan porsi yang pas. Ga ada yang kurang, ga ada yang kelebihan, semuanya PAS 🙂 Aku ngerasa David Yates udah memperbaiki kesalahannya dan mengobati kekecewaan penonton pada film HP 5 😀

Tapi yang namanya film yang diangkat dari novel, so pasti ga akan sama persis dengan novelnya. Ga semua poin yang ada di novel harus diceritakan di film. Dan secara logika sangat mustahil, novel dengan tebal kurang lebih 800 halaman dibuat ke dalam film berdurasi kurang lebih 2 1/2 jam secara utuh, tanpa kecacatan! Pastinya ada beberapa hal yang akan dihilangkan atau dikurangi porsinya. Dan itu semua aku rasa, ga ikut mengurangi kualitas dan esensi filmnya 🙂

Seperti di film HP 6 ini, ada beberapa kisah tentang keluarga Tom Riddle yang gak diungkap secara detail di filmnya, kemudian juga petualangan pencarian horcrux yang (mungkin) dianggap kurang mendebarkan. Tapi bagi aku, semua udah kerasa pas, karena yang aku tangkap dari nonton film HP 6 ini adalah lebih ke penekanan bahwa Lord Voldemort telah kembali, dan petualangan para auror dalam mencari & memusnahkan horcrux beserta para death eater yang akan segera dimulai :mrgreen: Dari awal, kalo masalah isi cerita, aku emang udah siap mental untuk kecewa, karna dari film pertama sampe film yang keenam ini emang isi ceritanya ga sama persis dengan yang di buku. Tapi dari segi visualisasi dan efek-efek yang digunakan, menurut aku : SOO AWESOME!! Dan bikin nilai jual film ini lebih tinggi dari saudara-saudaranya 😀

Dan ending yang (mungkin) dirasakan ngegantung oleh banyak orang. Menurut aku, ga terlalu ngegantung juga sih, soalnya kan di buku emang itu inti ceritanya. Pencarian horcrux ketiga yang ternyata palsu, Dumbledore meninggal, pertahanan Hogwarts hancur, dan petualangan Harry Hermione Ron beserta para auror yang akan segera dimulai di buku ke-7. So, ending seperti itu justru bikin aku jadi penasaran pada sekuel yang ke-7. Mudah-mudahan kualitasnya semakin baik dari yang ke-6 ini, dan bisa menutup kisah Harry Potter dengan megah dan mengesankan 🙂

Oh iya, satu hal yang mungkin aku rasa kurang dari film ini adalah pada scene pemakaman Albus Dumbledore, kok rasanya kurang megah yah? Seorang penyihir hebat seperti Dumbledore, tapi penghormatan yang di film cuma sebatas pengangkatan tongkat sihir doang. Harusnya bisa lebih dahsyat nih, biar emosi penonton semakin membludak! Hehehe. Tapi ga apa, ini masih lebih baik daripada scene kematian Sirius Black di film HP 5 😀

Aku kasi film Harry Potter and The Half-Blood Prince ini dengan rating 8,5 🙂

Read Full Post »

Kemaren, aku abis nonton premier Transformers : Revenge of The Fallen. Nonton bareng sih lebih tepatnya. Bareng sama temen-temen si pacar. Hmm, gila yaa. Fenomenal banget ini si Transformers. Hari pertama launching di Indonesia, buset daaah tiketnya langsung pada sold out. Emang udah dinanti-nanti banget dah ni film kayanya. :mrgreen: Di Ciwalk XXI sendiri, khusus untuk Transformers : Revenge of The Fallen, ditayangin sampe 4 studio + 1 studio 3D. Ckckck, edan yak! 😀

Transformers : Revenge of The Fallen ini, masih menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Sam Witwicky (Shia LaBeouf) yang memegang banyak informasi tentang keberadaan energon yang merupakan sumber kehidupan bagi para robot. Namun, decepticons yang jahat berusaha mencuri informasi itu agar mereka bisa tetap hidup dan menguasai dunia. Autobots pun beraksi, menyelamatkan Sam dan seluruh manusia yang ada di bumi ini.

Film Transformers 2 yang berdurasi kurang lebih 2,5 jam ini menurut aku lebih seru dibanding yang pertama. Dari awal film juga udah banyak dibumbui dengan pertarungan-pertarungan seru antara Decepticons melawan Autobots. Trus trus, Sam Witwicky nya juga makin cakep 😉 dan buat yang cowok, si sexy Megan Fox pasti bikin mata melek deh. Hahaha 😆

Tapiii, alur ceritanya kurang istimewa, dan kayak ada yang kurang aja gitu rasanya. Dan banyak komedinya, bikin kita yang tadinya ngerasa deg-degan-serr-serr-gimana-gitu jadi ketawa ngakak lupa sama deg-degannya tadi. Hehehe :mrgreen:

So far, aku kasi film ini dengan nilai 7,5

Read Full Post »

Hari Minggu kemaren, akhirnya aku jadi nobar bareng anak-anak Batam. Tapi gak jadi nobar KCB, soalnya ada beberapa di antara kita yang udah nonton ternyata juga kecewa dengan filmnya, dan menolak untuk nonton lagi. Alhasil, kita jadinya nonton film “Garuda Di Dadaku”. Pas ngeliat trailernya sih, aku emang udah penasaran banget sama film ini. Kebetulan aku juga seneng bola, dan pas ngeliat si pemeran utamanya yang ternyata adalah bintang lapangan lifebuoy, pastinya kemampuan bermain bolanya secara skill udah gak diragukan lagi 😀

Garuda Di Dadaku (GDD) menceritakan tentang seorang anak bernama Bayu (diperankan oleh Emir Mahira, bintang lapangan lifebuoy) yang memiliki minat dan bakat yang patut diacungi jempol dalam bermain bola. Namun, sang kakek (diperankan oleh Ikranagara) tidak senang dengan hobi & bakat cucunya itu. Menurut sang kakek, pemain bola seperti itu tidak menjamin. Kakek justru menginginkan Bayu menjadi orang sukses, oleh karena itu beliau memasukkan Bayu ke berbagai les, seperti les drum, les lukis, les bahasa inggris, dsb, yang semuanya itu tidak sesuai dengan minat Bayu.

Singkat cerita, berkat dukungan sahabatnya, Heri (diperankan oleh Aldo Tansani), seorang anak laki-laki tajir namun memiliki keterbatasan sehingga harus duduk di kursi roda. Heri yang juga penggila bola, selalu memberikan semangat & motivasi pada Bayu untuk mengikuti seleksi Tim Nasional U-13. Dengan ditemani oleh teman baru yang misterius bernama Zahra (diperankan oleh Marsha Aruan), Bayu dan Heri mulai berlatih untuk bisa lolos seleksi Timnas U-13. Walaupun banyak hambatan dari berbagai pihak, namun mimpi dan usaha keras yang dilakukan oleh Bayu, mengantarkannya mewakili Indonesia berlaga di dunia internasional :mrgreen:

Film ini, ceritanya sangat sederhana, namun dapat menggetarkan jiwa dan raga 😛 Sarat dengan pesan nasionalisme, yang pastinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Ditambah lagi, soundtrack GDD dari Netral, bikin film ini terasa gegap gempita :mrgreen:

Anyway, banyak pesan moral yang dapat diambil dari film ini :
1. Orang tua memang selalu merasa paling tau tentang anaknya. Akan tetapi, hal itu tidak bisa menjadi patokan untuk selalu memaksakan kehendak orang tua terhadap anak. Biarkan anak memilih apa yang sesuai dengan minat & bakatnya. Jangan dipaksakan, karena apabila dipaksa itu tidak akan mencapai hasil yang optimal, karena tidak dijalani dari hati :mrgreen:
2. Seperti tagline dari film ini “Jadilah Pemberani, Kejarlah Semua Mimpimu”. Ayo, sebagai anak Indonesia, kita harus bisa menjadi seorang pemberani, dan capai semua cita-cita! Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena dengan usaha yang maksimal, mimpi-mimpi itu pasti bisa menjadi nyata 🙂
3. Dalam sepakbola, kita diajarkan filosofi, persahabatan (tim) tidak memandang ras, suku, dan agama. Seperti di film ini, ada beberapa teman Bayu yang berasal dari kalangan chinesse. Begitu juga di dalam timnas tersebut, terdapat anak-anak berkulit hitam dari Papua. Di dalam timnas, semua bersatu, semua adalah sama, karena membela satu bangsa, Indonesia. :mrgreen:

Yah, pokoknya gak rugi deh nonton film ini.
Saya kasih film ini dengan rating : 9 😎

Read Full Post »

Malam minggu kemaren, aku akhirnya nonton film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Tadinya sih mau nonton bareng gitu sama anak-anak Batam. Soalnya kebetulan salah satu pemain utamanya, Oki Setiana Dewi (as Anna Althafunnisa) adalah temen kita, di SMANSA BATAM :mrgreen: But, berhubung susaaaaahhhh banget ngubungin anak-anak yang lain & susaaaaahhhh banget buat cari jadwal kosong yang pas, ya udahlah aku nonton duluan aja. Tar kalo ada undangan nobar lagi, ya nonton lagi aja hehe 😆

Ketika Cinta Bertasbih (KCB), diangkat dari sebuah novel berjudul sama karangan Habiburrahman El-Shirazy, yang juga telah menorehkan kesuksesan dengan Ayat-Ayat Cinta nya. Diperankan oleh pemain-pemain baru yaitu Kholidi Asadil Alam (as Azzam), Oki Setiana Dewi (as Anna), Alice Norin (as Eliana), Andi Arsyil Rahman (as Furqon), dan Meyda Sefira (as Husna). Selain itu banyak juga bintang-bintang terkenal di Indonesia yang ikut meramaikan film ini seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Mediana Hutomo, dsb. Bahkan Kang Abik (sapaan akrab Habiburrahman El-Shirazy), si penulis novel pun ikut main di film ini.

Anyway, aku mau ngungkapin apa yang aku rasain selama nonton film ini. Sejujurnya lebih banyak kritikannya nih, ya mudah-mudahan bisa membuat film ini lebih baik lagi di ke depannya, amiinnn 🙂 Oke, semua komentar ini terlepas dari segala hal yang bisa melunturkan subjektifitas aku yaaaa.. 😀

1. Pertama kali nonton film ini, jujur aku ngantuk! Apalagi di scene-scene awal yang banyak menyorot suasana Mesir. Aku malah ngerasanya, kayak safari Mesir aja gitu. Ga dapet meaningnya hehehe 😀
2. Semua pemain menurutku sudah menampilkan aktingnya sebaik mungkin, hanya saja ada beberapa yang masih kurang maksimal. Salah satu yang paling kerasa, pemeran Furqon yang kurang oke. Padahal menurutku scene dia ketika dia tau bahwa dia di fitnah dan terkena AIDS, harusnya bisa bikin penonton lebih ‘greget-gimana-gitu’, tapi yang ada aku malah ngantuk -.-”
3. Filmnya “to be continued”. Lah, baru tau saya ada film yg bersambung gitu, kayak sinetron aja 😆 Oke, aku tau buku KCB emang ada dua jilid. Dan aku juga tau, kalo film ini juga akan dijadiin dua session kayak novelnya. Tapiiiiii, plis deh, di KCB 1 aku ga ngerasain konfliknya, aku ga dapet meaningnya, aku ga dapet feelnya.. Yang aku dapet cuma sensasi Mesir & Alexandria doang :mrgreen: KCB 1 cuma kayak pengenalan karakter-karakternya doang.. Aku ga dapet gregetnya.. Hmm, mungkin KCB 2 lebih dapet konfliknya kali yaaaaaa.. 😀
4. Film ini secara ga langsung telah memperkenalkan aku dengan Mesir. Bagaimana sungai nil itu, bagaimana Al-Azhar itu, bagaimana kehidupan di sana.. Bikin aku jadi pengen ke Mesir nih, hehehe :mrgreen:

Overall, intinya, aku ga dapetin makna apapun dari film KCB 1 ini. Jujur, aku kecewa.. Ternyata film KCB 1 ini ga serame promosinya.. Dari segi komersil, aku ngeliat film ini amat-sangat-komersil-sekali. Tapi sebenernya yang mau dijual itu sisi komersilnya atau pesan moral dari film ini? Jujur, aku ga pernah baca novel KCB sampe abis, tapi tadinya aku berharap dengan nonton filmnya aku bisa mengerti seolah-olah aku udah baca novelnya.. Ternyata harapan itu ga terwujud.. But, aku harap film KCB 2 nanti bisa ngeganti semua rasa kecewa aku ini. Hehehe 😀

And, so far, film bergenre islami yang menurut aku oke banget itu adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS) yang diperankan oleh Revalina S. Temat. Film ini juga diangkat dari novel berjudul sama, dan sama seperti KCB, aku juga ga pernah baca novelnya dan hanya menonton filmnya. Tapi aku bisa mengerti & menangkap apa maksud dari film yang berdurasi kurang lebih 3 jam itu. Dari segi pemain, akting Revalina di PBS juga oke banget.. :mrgreen:

Apa yang aku sampaikan di sini tidak bermaksud menjatuhkan salah satu pihak. Hanya berbagi tentang apa yang aku rasakan ketika menonton film ini. Mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi perfilman indonesia di ke depannya, terutama untuk film-film dengan genre islami.. By the way, di Indonesia masih diberikan kebebasan untuk berpendapat kan?? So, aku nya jangan di penjara yah gara-gara mengkritik film ini. hehehehe :mrgreen:

Read Full Post »

Review : KNOWING

Hari ini aku baru aja nonton film KNOWING sama si pacar 😀 Bagus banget sumpah filmnya.. Meaningful bangettttss.. Ditambah lagi sound effect yang keren gila, bikin film ini jadi makin dramatiss 😀

Jadi gini, film ini menceritakan tentang seorang anak perempuan freak bernama Lucinda Embry (Lara Robinson) yang senang menyendiri, dan senantiasa mendengar bisikan-bisikan aneh. Rada mirip sama anak indigo gitu. Anak indigo juga senang menyendiri, bedanya sama autism, anak indigo biasanya punya kelebihan kayak sixthsense gitu dan rada2 mistis gitu anaknya..

Suatu hari, sekolah Lucinda yang sedang mempersiapkan perayaan ulang tahunnya meminta pada seluruh murid untuk menggambar sesuatu, gambar gambar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam “kapsul waktu” dan akan dibuka kembali oleh generasi mereka di 50 tahun yang akan datang.. Tapi, Lucinda ga ngelakuin apa yang disuruh gurunya. Dia malah nulisin angka angka sampe memenuhi seluruh bagian kertas..

Singkat cerita, di perayaan ulang taun sekolah 50 tahun kemudian, kapsul waktu itu pun di buka dan amplop berisi gambar yang ada di dalamnya dibagikan kepada murid2 pada saat itu. Caleb (Joshua Long), putra dari Prof. John Koestler (Nicolas Cage) mendapatkan amplop Lucinda Embry.

Sejak saat itu, kehidupan John dan anaknya berubah karna ternyata semua angka yang ditulis oleh Lucinda menandakan tanggal, bulan, tahun, lokasi GPS dan jumlah korban peristiwa2 besar yang terjadi selama 50 tahun terakhir, bahkan kebakaran hotel yang merenggut nyawa istrinya pun juga tercantum di deretan angka itu, dan angka terakhir yang ditulis Lucinda menyebutkan bahwa akan ada peristiwa besar yang korbannya dituliskan dengan kode yang menyerupai angka 33 namun ternyata itu adalah huruf EE yang ditulis terbalik dan berupa singkatan yaitu Everyone Else (semua orang), peristiwa itu adalah peristiwa di mana matahari menyemburkan panasnya mengenai bumi sehingga semua organisme hidup yang ada di bumi pun musnah..

Kekacauan hidup John semakin menjadi ditambah dengan kenyataan bahwa sang anak, Caleb, dan Abby (cucu dari Lucinda Embry) adalah salah satu dari “yang terpilih” yang dibawa oleh makhluk luar angkasa ke suatu tempat pada saat peristiwa besar itu terjadi dan akan dikembalikan kembali untuk menjadi generasi baru yang akan membangun bumi kembali. Dan John pun terpaksa berpisah dengan anaknya, hingga akhirnya ia menjadi salah satu korban kehancuran bumi tersebut..

Untuk lebih detailnya, nonton filmnya aja yah 🙂 Dijamin seru kokk.. Hehe.. 😉

Pesan moral yang tersirat dalam film ini :
1. Bahwa kita manusia sudah ditakdirkan kapan akan menghadap ke sang Khalik. Mau gimanapun kita menghindar dan mencegah maut itu, yang namanya takdir ga akan berubah. Di film ini, digambarkan John yang telah mengetahui tanggal, bulan, tahun, lokasi GPS dan jumlah korban yang meninggal pada suatu peristiwa besar yang terdaftar di ramalan itu kemudian ia pun berusaha untuk mencegah agar peristiwa itu tidak terjadi, tapi apa yang ia lakukan sia2 belaka. Gimanapun John berusaha menolong setiap korban yang ada, akan tetapi itu tidak membantu mengurangi jumlah korban yang telah ditakdirkan dalam ramalan itu. Hal itu menandakan, bahwa takdir tidak dapat dilanggar. apa yang sudah digariskan, itu pasti akan terjadi..
2. Suatu saat kiamat itu akan datang, tapi ga ada yang tau kapan dan bagaimana kiamat itu akan terjadi.. Yang jelas, bumi ini semakin lama semakin tua, dan ga menutup kemungkinan jika suatu saat bumi ini menjadi hancur, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya panas bumi yang menjadi stimulasi pelengkap kehancuran bumi.. Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya lebih mendekatkan diri pada Allah swt.. 
3. Keluarga adalah tempat kita kembali.. John yang awalnya berselisih pendapat dengan orangtuanya dan telah lama tidak bertemu dengan ayah ibunya, di akhir cerita ketika sang anak telah dibawa ke planet lain, dan beberapa saat sebelum bumi hancur, John kembali pulang ke rumah orang tuanya, di sana ia ayah ibu dan adiknya pun menjadi korban keganasan panas matahari dalam keadaan sedang berpelukan satu sama lain..

Yah, itu hanya inti dari pesan moral yang tersirat di film KNOWING.. Mungkin, kamu bisa menemukan pesan moral lebih banyak lagi? 🙂

Film ini oke banget menurut aku, endingnya juga nyentuh banget.. Aku malah sempet nitikin air mata pas John dan Caleb harus berpisah untuk selamanya dan akhirnya John pun meninggal dalam dekapan hangat keluarganya.. Hikss, so sweet.. Jadi kangen rumaahh! 😦 FOREVER TOGETHER banget lah.. 🙂

Read Full Post »

akhirnyaaa.. aku berhasil juga nonton Kambing Jantan The Movie! 😀 penuh perjuangan banget tau ga sihh. sampe basah-basahan karna keujanan. edan sumpah. hoho. 😀

jadi awalnya gini, hari ini tuh kan premiernya Kambing Jantan the Movie.. aku pengen banget bisa nonton pas premiernya gini. jadilah pagi-pagi aku langsung searching di 21cineplex.com, dan dapetlah kan jadwal tayang Kambing Jantan (KJ) di Bandung. dari berbagai jadwal yang ada, aku mutusin pengen nonton yang jam 16.50 di Ciwalk XXI. soalnya aku ada kuliah gitu sampe jam 15.00, jadi abis kuliah langsung cabut ke ciwalk..

beres kuliah langsung deh aku dijemput sama pacarku tersayang untuk langsung pergi ke ciwalk. dari jam 12 siang tadi Bandung diguyur ujan. bukan ujan biasa, tapi ujan es doongg! kan kita berdua naik motor tuh, berasa banget kayak dilemparin es gituu. sakiitt.. hahaha 😀 nyampe ciwalk juga udah basah-basahan, tapi ga menyurutkan niat kita untuk nonton KJ. pas udah nyampe di XXI, loh loh ada yang aneh, ga ada doongg film KJ nyaa. padahal tadi pagi pas ngecek di websitenya ada koook. trus aku langsung aja deh nanya sama mbak-mbak yang jual tiketnya, beginilah kira-kira percakapan yang terjadi..

Aku (A) : mbak, Kambing Jantan The Movie ga ada?
Mbak Tiket (MT) : ga ada mbak.. belom nyampe di sini..
A : loh tadi pagi saya liat di websitenya ada kok mbak, di ciwalk XXI jam 16.50
MT : wah websitenya emang suka gitu mbak.. suka ngaco.. makanya lain kali kalo mau liat jadwal, jangan liat di websitenya, liat di koran aja..

koran? lah aku aja jarang baca koran.. kalo emang jadwal di website suka ngaco, kenapa ga ditiadakan aja tuh website.. apa gunanya coba kalo jadwalnya ga bener. ya kan? ya kan? hmm, ga bener nih..

akhirnya aku dan pacar pun mutusin untuk balik lagi ke kosan. ujan-ujanan lagi. kena lempar es lagi. nyampe di kosan, aku pun ngenet dan buka lagi tuh website 21cineplex.com, sekalian mo ngeliat jadwal tayang KJ untuk jam 7an gitu.. dapetlah kan, di Empire 21 BIP jam 19.45.. liat jam, udah jam 6 lewat gitu, langsung deh tancep gas ke BIP.. nyampe BIP jam 7 kurang dan eng ing eng.. jadwal yang ada di website salah lagi dooooongggggggg…. yang ada juga jam 18.45 dan penayangan selanjutnya jam 20.55, buset dah! hari ini udah dua kali cuy diboongin sama jadwal internet.. siaul! 😦

karna ga mau usaha kita dari tadi sore sia-sia, akhirnya kita berdua pun mutusin untuk tetep nonton KJ yang jam 20.55, ga papa deh kemaleman daripada ga sama sekali..

overall, film Kambing Jantan The Movie kocak pisan! gokiill.. khas raditya dika 😀 aktingnya dika juga oke banget untuk standar seorang blogger yang notabene bukan aktor.. kalo aktingnya edric, jangan ditanya deh, lucuuuuu banget! hehehhee 😀 tapi buat aku, ada bagian yang rada ngeganggu.. yaitu pas scene di kamar khayalan. aku ngerasa bagian itu sunyi banget, terlalu lama dan terlalu sering.. jadi agak berasa sedikit ngeganggu aja gitu.. yah segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangan. tapi tetep two thumbs up untuk Kambing Jantan The Movie, dan untuk Raditya Dika yang sumpah gelo pisan! 😀

*foto-foto nyusul. blom sempet di upload. internet kosan lg ngaco pisan lemot parah. heu*

Read Full Post »

cover buku

cover buku

aku baru selesai baca twilight. yap. twilight karangan stephenie meyer. hahaha basi banget yah baru baca skarang? hmm abisan emang akhir akhir ini aku jarang banget baca novel. terlebih sejak kuliah. sekarang jadwal makin sibuk dan ga punya waktu lagi buat baca novel yang rada tebel, palingan juga cuma sempet baca novel-novel metropop ato teenlit gitu hehe. dan juga keadaan keuangan sebagai anak kos yang bikin aku udah jarang main ke toko buku dan memborong novel-novel terbaru.

by the way, sebenernya udah lama banget aku penasaran sama novel twilight ini. tapi karna hal-hal yang aku utarakan sebelumnya, aku baru dapet kesempatan baca novel ini sekarang. di saat orang-orang udah baca sekuel terbarunya. but, no problemo lah hehehe 😀

aku malah udah lebih dulu nonton filmnya daripada baca novelnya. awalnya pengen nonton juga karna orang-orang sibuk nunggu-nunggu twilight yang katanya bakal nyaingin reputasi harry potter (tapi sejauh ini aku tetap menganggap harry potter tidak dapat tersaingi, bahkan dg novel-novel sekelas LOTR ato eragon sekalipun hehe)..

cover film

cover film

pas nonton filmnya, jujur aja aku ga begitu tertarik. well, yang bikin aku tertarik nonton karna pemeran Edward Cullen, yaitu Robert Pattinson (yang juga berperan di Harry Potter and The Goblet of Fire sebagai Cedric Diggory) begitu mempesona. perannya sebagai sosok vampir yang putih pucat dengan tatapan cool bener-bener menyihir semua cewek yang menontonnya. bahkan ni ya begitu twilight selesai di rilis, di facebook udah langsung bermunculan dah tuh page “fans of Edward Cullen” ato “fans of Robbert Pattinson“.. hihiyy. padahal waktu di Harry Potter robbert ga sefamous ini, kalah saing dia dengan daniel radcliffe hehehe

okay, back to the topic. setelah baca novelnya, aku jadi lebih bisa nangkep jalan ceritanya. lebih bisa ngerasain sensasi dramatis kisah cinta Edward dan Bella. lebih bisa terjun langsung menyelami lebih dalam karakter setiap tokoh yang ada dalam novel ini. and overall.. jauuhh banget dari yang ada di film i think. aku lebih appreciate dengan novelnya. pas awal-awal aku baca novelnya, aku sempet rada ga ngerti sih dengan penggambaran ceritanya. tapi lama kelamaan aku semakin asik dan semakin hanyut dalam alur cerita yang aku pikir bener-bener membutuhkan daya imajinasi yang kuat untuk bisa memahami setiap detil ceritanya.

twilight, bagiku adalah novel kedua yang bisa bikin aku kagum dengan gaya penulisan dan ide fantastisnya (setelah harry potter tentunya :D). aku juga udah pernah mencoba untuk membaca LOTR dan eragon. tapi ntah kenapa aku ga bisa memahami cerita itu dan akhirnya memutuskan untuk berhenti membacanya. tapi ketika membaca twilight, aku ngerasa penasaran terus setiap kali aku membaca kata demi kata dan memahami apa yang dimaksud dalam kisah ini. rasanya tuh ga sabar pengen ngebalikin halaman nya untuk menemukan apa kelanjutan dari semuanya. walopun aku udah nonton filmnya, tapi tetep aja bedaaa banget rasanya. tetep aja aku penasaran. ahh pokoknya keren lah!

good job, stephenie meyer! 😀

anyway, novel twilight ini terasa makiiiin special coz it’s a gift from my beloved in our 17th month anniversary 🙂 thanks so much, baby.. i love youuu. 🙂

Read Full Post »