Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘vacation’ Category

Wisata Kuliner Lombok : Ayam Taliwang

Malamnya (Kamis, 17 Maret 2011), saya dan tante saya pergi mencari makanan khas Lombok yang terkenal super pedas itu. Yap, ayam taliwang..

Awalnya, kami ingin menelfon Pak I Komang untuk mengantarkan kami pergi memburu si ayam taliwang. Tapi ternyata Pak I Komang sudah di rumah. Maklum saja, Pak I Komang pasti capek sekali setelah mengantarkan kami melihat keindahan Lombok siang tadi. Akhirnya kami menelfon taksi bluebird lainnya. Kali ini supirnya bernama Pak Hasan.

Setelah merikues tempat makan ayam taliwang paling enak di Lombok, Pak Hasan membawa kami menuju satu daerah yang sekilas saya baca bernama daerah “Taliwang”.Β  Di daerah ini banyak sekali tempat makan yang menyajikan menu andalan kota Lombok tersebut. Namun, Pak Hasan berhenti di depan sebuah rumah makan bernama rumah makan “Dua Em Bersaudara”. Tanpa menunggu lama, kami pun turun ke rumah makan tersebut. Pak Hasan yang mengaku sudah makan malam hanya menunggu di taksi saja.

Rumah Makan “Em Bersaudara”

Menu makanan yang disajikan di rumah makan ini cukup bervariasi. Harganya pun cukup terjangkau. Namun yang menarik perhatian saya adalah ayam julak dan ayam pelecingan. Setelah bertanya pada pelayan rumah makan tersebut, ayam julak adalah ayam kampung yang dibumbui dengan bumbu khas taliwang yang super-extra-pedas. Artinya, pedasnya dahsyat! Jadi yang emang doyan pedas yang banget-bangetan, kudu cobain nih menu satu ini..

Ayam Julak

Sedangkan ayam pelecingan adalah ayam kampung yang dibumbui dengan bumbu khas taliwang yang tidak terlalu pedas. Namun, setelah saya coba tetap aja bikin “huh hah huh hah”. Rasanya dijamin enak banget deh! Harga ayam julak dan ayam pelecingan ini seporsinya Rp 30.000. Jangan khawatir kemahalan.. Ternyata 1 porsi ayam julak atau ayam pelecingan itu bisa untuk 2-3 orang. Karena ternyata 1 ekor saudara-saudara! Walaupun 1 ekor tapi ukurannya kecil loh.. Menurut Pak Hasan, ayam taliwang khas Lombok ini yang enak emang ayam yang masih muda, atau ayam juniornya. Makanya ukurannya kecil gitu..

Ayam Pelecingan

Selain ayam pelecingan dan ayam julak, kita juga memesan pelecing kangkung yang juga terkenal di Lombok! Sewaktu perjalanan dari Bandara ke Hotel kemarin, Pak Asmara memang sedikit bercerita tentang kangkung Lombok yang terkenal. Detailnya saya lupa gimana. Yang pasti, kangkung lombok itu lebih ‘kriuk-kriuk’ dibandingkan kangkung yang biasa kita temukan di daerah lain. Dan kangkung ini cocok sekali dimasak menjadi pelecing kangkung. Bentuknya kayak urap. Jadi kangkung, kacang panjang, toge dan kacang direbus trus disajikan dengan sambal terasi dan kelapa gitu. Rasanya? Enak! Satu porsi pelecing kangkung harganya Rp 7.500. Murah ya.. πŸ˜‰

Pelecing Kangkung

Setelah puas menyantap hidangan makan malam khas Lombok, kami pun pulang. Di sepanjang perjalanan, Pak Hasan banyak bercerita sekilas tentang Lombok. Menurut Pak Hasan, dulu Lombok sempat vakum lama sekali, kurang lebih 6 tahun, yaitu dari tahun 2000 sampai tahun 2006. Hal ini disebabkan oleh kerusuhan yang dulu terjadi di sini. Akibat kerusuhan itu, Lombok menjadi sepi.. Banyak wisatawan yang pergi meninggalkan Lombok. Akibatnya, banyak hotel dan usaha-usaha yang bangkrut di sini dikarenakan pajak yang tinggi namun tidak ada pengunjung yang datang. Dan pada tahun 2007, pelan-pelan Lombok mulai ramai lagi didatangi wisatawan sampai sekarang..

Jum’at, 18 Maret 2011

Hari ini saya, salsa, tante saya dan temannya akan ‘terbang’ kembali ke Jakarta. Ya, kami memang hanya sebentar di sini. Mungkin suatu hari nanti saya bisa berlibur lebih lama lagi di sini, entah itu sama keluarga, pacar atau teman-teman.. Hari ini lebih banyak dihabiskan dengan melihat-lihat Pantai Senggigi yang ada di belakang Holiday Resort, dan melihat tempat penetasan kura-kura (turtle hatchery) yang ada di hotel ini. Oh iya, pantai senggigi yang ada di belakang resort ini akan berkilau apabila terkena cahaya matahari loh.. Hal ini dikarenakan pasir pantai tersebut mengandung besi (Fe)..

Di Holiday Resort sendiri banyak sekali fasilitas yang bisa kita nikmati. Selain swimming pool yang berada di tengah-tengah hotel, ada pula pantai yang merupakan terusan dari pantai senggigi yang berlokasi di bagian belakang resort. Kemudian ada pula tempat bermain untuk anak-anak (kiddy land), giriloka spa, turtle hatchery, water sport dsb. Kamar-kamar di resort ini semua berbentuk rumah dua lantai. Satu rumah itu dibagi menjadi empat kamar, dua di lantai bawah dan dua di lantai atas. Pokoknya resort ini benar-benar bagus deh.. Bisa dijadikan alternatif penginapan buat kamu-kamu yang ingin berlibur atau mungkin honeymoon ke Lombok.. πŸ˜‰

Berikut hasil dokumentasinya..

Turtle Hatchery @ Holiday Resort

Turtle Hatchery @ Holiday Resort

Senggigi Beach @ Holiday Resort

Swimming Pool..

Salsa berpose di depan kamar πŸ™‚

w/ salsa di teras kamar.. πŸ™‚

Oke, cukup sekian laporan perjalanan saya dari Lombok. Belum banyak yang bisa saya ceritakan, karena waktu liburan yang cukup singkat. Masih banyak tempat-tempat yang belum saya kunjungi. Seperti Pantai Senggigi, Pantai Kuta, Pantai Batu Layar, Gili Air, Gili Meno, dsb. Berharap one day saya ada kesempatan bisa berkunjung ke Lombok lagi.

Lombok in My Eyes #1

Lombok in My Eyes #2

Advertisements

Read Full Post »

Kamis, 17 Maret 2011..

Dikarenakan urusan meeting tante saya sudah kelar, akhirnya kita bisa jalan-jalan mengelilingi Lombok.. Yippiiieee.. Satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi di Lombok adalah Tiga Gili. Tiga Gili adalah tiga buah gili (dalam bahasa Lombok artinya “pulau kecil”) yang sangat terkenal di Lombok. Terdiri dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Tiga Gili ini sangat terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang eksotis. Jadi buat kamu-kamu yang hobi snorkelling atau diving, rugi banget kalo ke Lombok tapi belum mampir ke sini! By the way, dari tiga gili tersebut yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Gili Trawangan..

Tiga Gili dilihat dari pesawat..

Sebelum meluncur ke Tiga Gili, kami memutuskan untuk belanja dulu mencari oleh-oleh. Kali ini kami naik taksi bluebird dengan supirnya yang bernama, Pak I Komang. Pak I Komang membawa kami menuju ke satu tempat oleh-oleh (saya lupa nama tokonya apa, hehe). Di toko itu selain ada jual oleh-oleh baju dan oleh-oleh makanan khas Lombok, ada juga mutiara yang terkenal itu! Wowww.. Tapi sayang sekali, untuk harga baju di toko itu cukup mahal. Sedangkan untuk oleh-oleh makanannya lumayan terjangkau. Makanan apa sih yang khas dari Lombok? Yang menarik perhatian saya adalah.. dodol rumput laut! Wah.. Baru denger saya ada dodol rumput laut. Rasanya? Kayak jelly gitu, kenyal dan manis. Katanya sih bisa memperlancar pencernaan, hehe.. Range harga untuk makanan khas Lombok ini berkisar antara Rp 17500 – Rp 20000 per kotak ukuran 180 gr.

Selain dodol rumput laut, ada pula makanan khas Lombok lainnya. Seperti manisan rumput laut, manisan tomat, manisan nangka, abon ikan, dll. Dan yang paling unik di sini juga ada madu khas Lombok. Mungkin terdengar biasa ya.. Tapi di sini ada 3 jenis madu. Yang pertama, madu yang biasa kita lihat sehari-hari yang berwarna kuning keemasan. Kemudian ada pula madu yang berwarna putih, (kalo gak salah) namanya madu kristal atau madu putih. Madu ini dihasilkan dari lebah putih. Dan yang terakhir adalah madu yang berwarna hitam. Dihasilkan oleh lebah hitam (kalo gak salah). Cukup unik ya? Dan katanya madu putih dan madu hitam ini hanya dapat ditemukan di Lombok. Untuk harga per botolnya cukup terjangkau, (kalo gak salah) berkisar antara Rp 30000 – Rp 80000 per botol.

Madu Putih, Madu Kuning Keemasan, dan Madu Hitam

Seperti yang saya bilang sebelumnya, di toko ini selain menjual kaos dan makanan khas Lombok, mereka juga menjual mutiara Lombok yang terkenal itu. Dan harganya? Cukup fantastis! Untuk sebuah kalung mutiara dijual dengan harga Rp 900.000! Hmm.. Mahal juga yaa.. Selain dibuat dalam bentuk kalung, ada pula gelang, bros jilbab, cincin dan anting-anting. Dan ada juga yang dijual eceran. Harganya berkisar antara Rp 400.000 – Rp 600.000 / gramnya. Hmm..

Kalung Mutiara

Beragam pilihan mutiara yang dijual eceran

Setelah puas belanja oleh-oleh makanan dan melihat-lihat mutiara Lombok di toko tersebut, kami menuju satu toko lagi yang khusus menjual baju dan kain Lombok. Namanya Toko Fortuna yang berlokasi di Pasar Cakra, Cakranegara, Lombok. Di toko ini terdapat banyaaaakk sekali pilihan baju kaos, baju pantai dan daster khas Lombok. Mulai dari ukuran anak-anak sampai ukuran orang dewasa ada di sini. Harganya? Cukup terjangkau. Yaitu Rp 25.000 – Rp 50.000 / kaosnya. Modelnya juga banyak yang lucu-lucu. Pokoknya cocok untuk dijadiin oleh-oleh deh!

Belanja kaos Lombok di Toko Fortuna

Selesai belanja baju untuk oleh-oleh, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Gili Trawangan! Ya, karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan kami tidak punya banyak waktu karena besok (Jum’at, 18 Maret 2011) kami sudah harus pulang ke Jakarta, maka kami memutuskan untuk mengunjungi Gili Trawangan saja. Yaa, it’s okay lah.. yang penting udah pernah menginjakkan kaki di sana. Hehehe..

Pak I Komang pun membawa kami menuju Pelabuhan Bangsal. Tetapi sebelum menuju pelabuhan tersebut, Pak I Komang membawa kami memutar rute perjalanan, yaitu melewati Monkey Forests (Hutan Monyet). Ya, kami akan melewati sisi pegunungan dari provinsi NTB πŸ™‚ Di salah satu perbukitan menuju ke Pelabuhan Bangsal tersebut, terdapat banyak sekali monyet-monyet liar yang berkeliaran di antara pohon-pohon. Monyet-monyet itu cukup jinak. Asalkan kita gak membawa makanan yang mengundang perhatian mereka, mereka gak akan menganggu kok.

Monkey Forests

Pelabuhan Bangsal adalah tempat penyeberangan menuju Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno). Pelabuhan ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari hotel tempat kami menginap, yaitu Holiday Resort. Di sini angkutan umum hanya boleh sampai di terminal saja, setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Domo” atau biasa kita kenal dengan “Delman”. Namun, kita bisa minta diantar oleh supir taksi sampai ke dalam pelabuhan, dengan membayar tarif ke pengendara Domo sebesar Rp 10.000. Di pelabuhan ini terdapat banyak cara untuk bisa menyeberang ke Tiga Gili. Bisa menggunakan kapal umum (Public) yang dapat menampung 20 orang per boat, ada pula pilihan untuk menyewa boat sendiri dengan kapasitas maksimal 12 orang. Tentunya kalo kita menyewa kapal sendiri harganya jauh lebih mahal daripada naik kapal umum.

Daftar harga tiket penyeberangan ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air

Karena tujuan kami adalah Gili Trawangan, jadi kami memutuskan untuk naik kapal menuju Gili Trawangan dengan harga tiket Rp 10.000 / orang. Satu hal yang harus diperhatikan di sini adalah kita harus menunggu kapal sampai benar-benar penuh sesuai kuotanya (20 orang) baru kapal akan berangkat. Jadi kalo gak mau lama nunggu, lebih enak perginya rombongan. Setelah kurang lebih 20 menit menunggu, akhirnya kapal pun berangkat. Perjalanan dari Bangsal ke Trawangan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tapi sepanjang perjalanan saya jamin gak akan bosan, karena kita bisa melihat view Lombok dari kejauhan dengan pegunungannya yang eksotis!

Lombok dari kejauhan..

Kami berlabuh di Trawangan pukul 14.00 WIT. Fyi, kapal umum terakhir dari Trawangan ke Bangsal adalah pukul 16.00 WIT. Setelah itu biasanya tidak akan ada kapal lagi, dan mau gak mau pilihannya adalah menginap di Trawangan atau menyewa kapal sendiri yang tentunya akan lebih mahal. Berhubung besok kami akan ‘terbang’ kembali ke Jakarta, jadi tidak mungkin menginap hari ini di Trawangan. Oleh karena itu, kami hanya punya kurang lebih 2 jam untuk menikmati keindahan Gili Trawangan.

Menurut saya, Gili Trawangan begitu indah.. Pasirnya putih, lautnya gradasi biru muda dan biru tua. Sungguh sangat indah sekali. Bagi saya, selain Pulau Peucang, Trawangan adalah salah satu pantai yang sangat indah di mata saya. Hanya saja dibandingkan Peucang, Trawangan lebih ramai. Hmm, mungkin kalo Gili Meno sama Gili Air ga akan serame ini kali ya..

Gili Trawangan β™₯

Gili Trawangan β™₯

Trawangan lebih didominasi oleh turis mancanegara. Di sepanjang pantai banyak sekali bule-bule yang sedang sunbathing atau sekedar duduk-duduk di cafe-cafe sambil ngobrol satu sama lain. Mulai dari bule-bule yang muda, sampai yang kakek nenek ada di sini. Yaa mungkin sekilas mirip Bali kali yaaa.. (walaupun saya belum pernah ke Bali tapi kebayang suasananya sama kayak gini). Bule-bule dengan bikininya yang sexy yang lagi asyik sunbathing di bawah sinar matahari yang cukup menyengat pada saat itu. Oh iya, buat kamu-kamu yang kesini dan ingin snorkelling atau diving tapi gak punya alatnya, jangan khawatir. Karena di sepanjang jalan banyak sekali tempat-tempat penyewaan alat untuk snorkelling dan diving (mulai dari fin, mask, snorkel, oxygen, dsb). Harga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 25.000 – Rp 100.000 untuk peralatan snorkelling. Kalo untuk diving, saya kurang tau harganya karena gak nanyain hehehehe..

Salah satu tempat penyewaan peralatan diving di Trawangan..

I was here!! πŸ˜€

Bule-bule lagi sunbathing

Setelah puas menikmati keelokan Trawangan, jam 16.00 WIT kami kembali ke Pelabuhan Bangsal. Oh iya, saya lupa menyampaikan di awal. Jadi, di Lombok ini kita bisa minta ditungguin sama supir taksinya. Makanya dari awal saya dan tante saya muter-muter Lombok untuk beli oleh-oleh sampai akhirnya ke Trawangan itu, pak I Komang tetap setia menunggu. Tapi tenang saja, tidak perlu takut kemahalan karena argo pasti akan dimatikan. Jadi kita bisa puas berbelanja dan berjalan-jalan! Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, pak I Komang yang sebelumnya sudah saya telfon untuk standby menjemput kita di Bangsal, ternyata sudah ada di terminal. Kami pun memutuskan untuk naik si Domo dari Bangsal ke terminal. Tarif 1 orang untuk naik si Domo ini adalah Rp 5.000/orang dengan lama perjalanan menuju terminal kurang lebih 15 menit. Cukup murah ya..

Si Domo πŸ™‚

Di perjalanan menuju Holiday Resort, kami melewati pegunungan dan pemandangan laut yang sangaaaaaat indah.. Sampai akhirnya kami tiba di suatu daerah yang agak tinggi, yang kata pak I Komang daerah ini bernama “Malimbu”. Malimbu ini adalah suatu perbukitan yang viewnya menghadap ke laut biru. Indah sekali.. Anyway, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam mengitari Lombok dan membeli oleh-oleh, kami hanya membayar argo sebesar Rp 170.000. Cukup terjangkau, mengingat sudah banyaknya tempat-tempat yang kami lewati sepanjang perjalanan tadi..

Malimbu πŸ™‚

Di postingan selanjutnya, saya akan menceritakan tentang wisata kuliner yang terkenal di Lombok….. Ayam Taliwang! *to be continued*Β 

Lombok in My Eyes #1

Lombok in My Eyes #3

Read Full Post »

Nusa Tenggara Barat.. Satu nama provinsi di Indonesia yang entah sejak kapan menarik perhatian saya. Dan tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk bisa menginjakkan kaki di sini. But, finally.. I was there!

Hari itu, Rabu 16 Maret 2011,Β  pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki saya di Pulau Lombok, salah satu pulau yang menyajikan banyak wisata bahari di Indonesia. Suatu kebetulan saya bisa ke sini, dikarenakan tante saya yang dari Batam ada meeting di Lombok, dan dia membawa anaknya yang masih berusia 6 tahun ke sana. Saya jadi pengen ikutan, dengan alasan mau jagain anaknya. Hehehe..

Saya berangkat dari Bandung jam 9 pagi dengan menggunakan bus primajasa. Ketemuan sama tante saya, anaknya, dan temennya di Bandara Soekarno Hatta. Kami akan ‘terbang’ menuju kota Mataram dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan lokal, pada pukul 12.45 WIB. Sesampainya di bandar udara Selaparang, Mataram, hari sudah menunjukkan pukul 15.45 WIT, dikarenakan adanya perbedaan waktu 1 jam dengan Jakarta.

Bandar Udara Selaparang, Mataram πŸ™‚

Bandar udara Selaparang bisa dikatakan cukup kecil, namun skalanya adalah skala internasional. Akan tetapi, dari info yang saya dapatkan, bahwa pada bulan Juli nanti bandar udara ini akan ditutup dan digantikan dengan bandar udara baru yang berlokasi di luar kota Mataram. (saya lupa nama kotanya apa, hehe).

Ruang Pengambilan Bagasi

Perjalanan pun dilanjutkan. Sebelumnya, saya sempat tanya-tanya dulu sama temen saya yang sempat magang di Lombok selama kurang lebih 2 bulan. Menurut pengalamannya, di Lombok itu transportasi umum cukup sulit. Jadi kemana-mana kudu naik taksi atau carter mobil. Karena itulah, dari airport saya menyarankan pada tante saya untuk naik taksi aja ke hotelnya. Kami akan menuju Holiday Resort, yang menjadi tempat meeting tante saya.

Tarif taksi dari bandar udara Selaparang yang berlokasi di pusat kota Mataram menuju ke Holiday Resort yang berlokasi di Senggigi Beach, mencapai 85rb rupiah. Supir taksi yang membawa kami bernama, Pak Asmara. Di sepanjang perjalanan, beliau banyak bercerita tentang Lombok. Lombok yang sepi.. Lombok yang sangat menjunjung tinggi religiusitas umatnya. Oh iya, Pak Asmara juga sempat bercerita tentang mutiara khas Lombok yang terkenal itu. Menurut beliau, mutiara yang asli itu adalah mutiara yang berasal dari laut, dan harganya akan mencapai jutaan rupiah. Sementara mutiara yang berasal dari air tawar itu tidak asli, dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau. Mutiara yang asli sendiri di Lombok cukup susah didapat, karena hanya dikelola oleh pihak LIPI dan tidak sembarang orang yang menjualnya. Hanya saja sekarang sudah banyak ditemui mutiara-mutiara hasil budidaya yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Harga mutiara hasil budidaya ini cukup terjangkau dan dapat diperoleh di tempat-tempat penjualan oleh-oleh di Lombok..

Perjalanan dari bandar udara Selaparang menuju Holiday Resort memakan waktu kurang lebih 30 menit. Beberapa kali Pak Asmara menawarkan kepada tante saya dan temannya untuk mampir dulu membeli oleh-oleh. Kata beliau, selama masih searah kita bisa berhenti dulu untuk makan atau membeli oleh-oleh dan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Namun, karena tante saya sedang ditunggu meeting maka kami memutuskan untuk lanjut saja. Di sepanjang perjalanan saya menyaksikan pesona Lombok yang begitu indah. Mulai dari pantainya, (kami melewati pantai batu layar, dan pantai senggigi, hanya saja tidak sempat mampir karena sedang dikejar waktu) dan pegunungannya yang eksotis. β™₯

Pantai Batu Layar

Pantai Senggigi dari kejauhan..

Sesampainya di Holiday Resort, saya dan Salsa (anak tante saya, 6 tahun) hanya menghabiskan waktu dengan berenang di kolam renang hotel. Karena tante saya masih meeting, jadi di hari pertama ini kami tidak banyak pergi kemana-mana. Hanya melihat sunset dari hotel saja. Malamnya, kami makan malam bersama dengan teman-teman kantor tante saya. Ada yang menarik perhatian saya ketika makan malam, yaitu sekelompok bapak-bapak pemain musik yang menghibur tamu hotel pada malam itu. Jadi berasa di Hawaii gitu deh. Hehehe..

Salsa lagi berenang.. πŸ˜‰

Menunggu sunset di Holiday Resort

Ada bule lagi dinner diiringi lagu-lagu Hawaii.. β™₯

Nantikan lanjutan cerita saya selama di Lombok di postingan selanjutnya yaaa..

Lombok in My Eyes #2

Lombok in My Eyes #3

Read Full Post »

De Ranch, Lembang πŸ™‚

Okay, masih di hari yang sama setelah jalan-jalan ke Tahu Susu Lembang, saya dan Abang pun melanjutkan perjalanan ke De Ranch, yang berlokasi di Jl. Maribaya, Lembang. Awalnya agak-agak ragu juga mau ke sini, takut mahal. Tapi setelah googling, kayanya harganya lumayan terjangkau. Jadilah kita memberanikan diri ke sana.

De Ranch adalah salah satu tempat wisata alam di Bandung. Dikemas dengan konsep ala “koboi” lengkap dengan wisata berkudanya. Di tempat ini, banyak banget permainan outbound untuk anak-anak maupun untuk dewasa. Selain itu, kita juga bisa melihat sapi-sapi yang siap diperah susunya. Untuk anak-anak disediakan paket khusus belajar berternak kuda dan sapi, dan bagaimana cara memerah susu sapi. Tapi saya lupa nama dan harga paketnya, nanti kapan-kapan kalo saya ke sana lagi saya update ya!

Free Welcoming Drink!

Harga tiket masuk ke De Ranch ini sangat murah. Hanya Rp 5.000 saja, dan kita dapat free susu segar. Bisa pilih rasanya pula! Saya memilih rasa Melon, dan Abang memutuskan untuk mencoba rasa Mocca. Hmm, segar banget deh! Susu murni yang diolah secara alami, cocok banget diminum di sini, sambil melihat pemandangan yang subhanallah indah sekali. Berasa lagi diΒ  luar negeri deh pokoknya!

Setelah minum susu, kita pun memutuskan untuk muterin De Ranch. Waah, ternyata arealnya luas juga yaaa.. Dan banyak permainannya juga.. Ada Flying Fox, Sepeda, Trampolin, Pancing-pancingan, Gold Hunter, Kereta Kuda, dsb.. Rata-rata harga permainan disini berkisar antara Rp 15.000-Rp 30.000. Cukup terjangkau bukan? Untuk anak-anak ada juga jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, dsb.

Nama kudanya "Mayang"

Sayangnya pas kemaren saya dan abang main ke sana, cuaca lagi ga bersahabat. Gerimis.. Jadinya, kita ga bisa naik kuda, karena kudanya ga boleh kena hujan, ntar sakit! Hehehe.. Dan juga, abang ga bisa naik kuda, karena overweight! Hahaha. Iya, buat kamu-kamu yang berat badannya di atas 80 kg, maaf maaf aja yaaa, ga bisa naik kuda di De Ranch. Karna batas maksimum berat badannya hanya 80 kg. Hehehe.. Maka dari itu, kita pun memutuskan untuk naik kereta kuda aja.. Oh iya, untuk kuda, harganya bervariasi, tergantung jaraknya. Ada yang Rp 15.000 dan ada yang Rp 20.000. Sedangkan untuk kereta kuda, harganya Rp 25.000 dan bisa muat untuk 3 orang.

Sebelum naik kereta kuda (karna harus ngantri dulu), saya dan abang foto-foto dulu pake kostum ala “koboi”. Ya! Disini disediakan vest dan topi koboi secara percuma! Bisa dipakai untuk naik kuda, atau juga untuk sekedar foto-foto doang. Gratis.. tis.. tis.. tissss.. Enak banget kan! Berasa jadi “koboi” beneran dehhh.. Hehehehe.

CowGirl!

CowBoy!

kandang sapi

Setelah selesai muterin areal De Ranch dengan kereta kuda. Saya dan abang jalan-jalan lagi. Sekarang kita mutusin mau lihat kandang sapi. Wooowww.. sapinya gede-gede banget deh! Susu sapi segar yang didapat di pintu masuk itu, adalah hasil perahan dari sapi-sapi tersebut loh.. Ckckck..

Cottage : For Rent!

Oh iya, selain permainan-permainan, di De Ranch ini juga ada beberapa stand makanan. Harga makanannya bervariasi, antara Rp 10.000-Rp 50.000. Selain itu juga disediakan cottage yang bisa menampung sampe 7 keluarga di dalamnya. Wah, mantap banget yaaaa.. Satu yang saya suka dari tempat ini adalah, petugasnya ramah-ramah banget! Beneran deh.. Tempat ini recommended banget buat dijadiin list tempat yang wajib dikunjungi di Bandung!

Read Full Post »

Rumah Produksi Tahu Susu Lembang

Beberapa minggu yang lalu, saya dan Abang pergi jalan-jalan ke Lembang. Ngabisin hari Minggu dengan menikmati sejuknya udara lembang. Awalnya kita berencana main ke De Ranch. Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun, dan kita akhirnya memutuskan untuk berteduh sebentar sambil makan siang di Tahu Susu Lembang Tahu Susu Lembang ini berlokasi di . Dari depan terlihat seperti SPBU, tapi jangan tertipu yaaa.. karna tempat semacam SPBU tersebut adalah tempat untuk Drive Thru tahu susu ini.. Hihihi, lucu yaaaa..

'Dapur'nya

Di tempat ini, selain ada rumah produksi tahu susu, juga terdapat banyak kios-kios yang menjual berbagai menu makanan dengan menggunakan olahan tahu susu sebagai bahan bakunya. Ada kupat tahu, tahu isi, batagor tahu, baso tahu, dsb. Selain itu, terdapat juga arena outbound untuk anak-anak yang terdiri dari Mini ATV, Flying Fox, Bumper Boat, dsb. Tempatnya sangat nyaman dan cocok untuk didatangi bersama keluarga di akhir pekan..

Tahu Sumedang

Sesampainya di sana, saya dan Abang memesan tahu sumedangnya. Hmm, rasanya enaaak banget. Luarnya gurih, dalemnya lembuuuut banget. Beda bangetlah sama tahu-tahu sumedang yang dijual diluaran. Maknyooossss.. Harganya juga murah banget, 10rb/10 biji. Selain itu, saya juga mencicipi tahu isinya, saya pesen tahu isi jamur + sumsum sapi, dan tahu isi udang + ayam. Harganya 10rb/6pcs (3 tahu jamur+sumsum, 3 tahu udang+ayam). Rasanya? Hmm.. sama enaknyaaaa.. Semakin enak ditambah dengan susu sapi murni. Makin mantap! hehehe..

Tahu Isi Udang+Ayam & Jamur+Sumsum

Btw, menurut saya kalo ke tempat ini mending makan tahunya aja. Soalnya makanan yang lainya muaaahhhaallll.. Nasi goreng biasa aja harganya bisa sampe 25ribuan. Si abang sempet mesen baso. Isinya cuma 2 baso + 2 tahu + mie, harganya 16 ribu. Mahaaallll.. Jadi yaa yang worthed cuma tahunya aja kalo menurut saya mah. Hehehehe..

Read Full Post »

Pesona Kawah Putih

pesona indah kawah putih

Ada yang sudah pernah ke Bandung? Pernah mampir ke Kawah Putih? Kalo belum, berarti kamu wajib datang ke Bandung lagi dan wajib mampir ke Kawah Putih!

Kawah Putih adalah salah satu tempat wisata di daerah Bandung Selatan. Berupa sebuah danau dari Gunung Patuha, dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu kurang lebih 8-22Β°C. Di puncak Gunung Patuha terdapat Kawah Saat, yang dalam bahasa Sunda berarti “Surut”, yang berada di bagian barat. Di bagian bawahnya terletak Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII. Lokasi tempat wisata Kawah Putih ini sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang.

Hari Sabtu kemaren, saya dan temen2 SMA saya yang lagi liburan di Bandung, memutuskan untuk jalan-jalan Kawah Putih ini. Terakhir kali saya ke Kawah Putih kurang lebih 3 tahun yang lalu, tepatnya 7 Juli 2007, waktu saya dan pacar merayakan 1st Anniversary kita.. (Lebih lengkapnya, baca postingannya di sini..) Ternyata udah banyak perubahan yaaa.. Terutama perubahan harga masuk, yang mulai ditetapkan sejak Februari 2010 silam.

Kali ini, saya ke Ciwidey naik mobil bersama 7 orang teman lainnya. Karna naik mobil, rute yang ditempuh jadi berbeda dari pada saat pertama kali saya kesini. Kita lewat jalan tol, trus masuk ke buah batu – soreang – kabupaten ciwidey. Perjalanan dengan mobil ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Kita berangkat dari Bandung jam 10an pagi, sampai di Kawah Putih jam 12an.

Perubahan harga tiket masuk yang saya bilang di awal tadi, cukup drastis. Per orang dihitung Rp 26.000, dari yang sebelumnya hanya belasan ribu rupiah saja. Yang lebih parah, 1 mobil dihitung Rp 150.000!! Mahal sekali bukan?? Ketika ditanya, 150rb rupiah itu untuk bayaran apa, pihak mereka mengatakan bahwa itu adalah biaya untuk perawatan & perlindungan lingkungan. Hmm..

Setelah nego dengan susah payah, akhirnya didapatlah harga Rp 280.000 (orang yang masuk hanya dihitung berlima). Namun dengan biaya segini tetap dirasakan sangat mahal bagi kami. Terlebih lagi, di depan gerbang kawah putih, ada sebuah kendaraan angkutan umum yang bernama “ontang-anting”, yang bisa mengangkut pengunjung dari gerbang masuk sampai ke atas dengan biaya Rp 25.000/orang. Setelah berdiskusi panjang lebar di dalam mobil, dan dengan kebaikan hati mbak2 penjual tiket, akhirnya kita dikasih diskon lagi, jadi Rp 240.000, dibagi 8 orang, jadi masing2 bayarnya Rp 30.000. Ya, lumayanlah..

Walaupun ini kali kedua saya berkunjung ke Kawah Putih, tapi tetap tidak mengurangi rasa kagum saya pada ciptaan Sang Maha Kuasa ini. Subhanallah.. Melihat indahnya kawah berwarna kehijauan, ditutupi kabut dengan udara yang sejuk, sungguh adalah pemandangan yang indah dan sangat mengagumkan. Sungguh, kuasa Allah SWT tidak ada yang dapat menandinginya.

suhu 10Β°C

Udara di Kawah Putih sangat dingin. Suhunya kurang lebih 10Β°C. Oleh karena itu, buat temen2 yang mau kesini, jangan lupa pake jaket ya! Daripada ntar masuk angin. Hehehe.. Fyi, lokasi Kawah Putih ini seringkali dijadikan tempat untuk syuting videoclip, lokasi foto prawed, dan syuting film. Salah satu film terkenal yang pernah syuting di film ini adalah film “HEART” yang diperankan oleh Acha dan Irwansyah. Inget kan, waktu scene Irwansyah yang memberikan surprise untuk Acha dengan menyajikan lunch di tempat ini? Benar-benar ROMANTIS!!!

pedagang stroberi.. stroberinya gede2, bikin ngiler!

Setelah puas melihat keindahan kawah putih, dan (tentunya) photo session, kita pun pulang. Sebelum pulang, kita beli strawberry dulu. Di sepanjang jalan menuju kawah, banyak banget pedagang strawberry yang menjajakan dagangannya. Strawberrynya seger-seger, gede-gede, dan manis banget! Harganya juga murah banget loh.. 1 kotak besar ditawarkan dengan harga Rp 10.000 dan yang kecil Rp 5.000, masih bisa ditawar pula! Mantap.. Bener2 bikin kita ga bisa nahan diri untuk beli strawberrynya deh.. Hihihihi..

Berikut sedikit hasil photo session kita selama di kawah putih..

Read Full Post »

Long weekend kali ini, saya dan Abang memutuskan untuk jalan-jalan ke Kota Bunga di Cipanas. Dari dulu sebenernya udah pengen banget ke sini. Tapi ga kesampaian aja, hehehe πŸ˜€ Jadilah, mumpung sekarang lagi liburan, ya kita memanfaatkan momen ini untuk mengunjungi Kota Bunga Cipanas yang terkenal dengan Little Venice nya itu. πŸ˜‰

Perjalanan dimulai dari Bandung pukul 9 pagi dengan menggunakan motor. Dari Bandung, rute perjalanan sama halnya dengan ketika kita mau ke Bogor. Yaitu dimulai dari Bandung – Cimahi – Padalarang – Rajamandala – Cianjur – Cipanas. Ketika baru memasuki Cipanas, kita sempet kesasar, salah menuju tempat wisata. Soalnya ternyata selain ada Kota Bunga, juga ada tempat wisata lain yang bernama hampir sama. Daaaannnn, kita udah masuk dong ke area lokasi tempat wisata tersebut. Untungnya keburu sadar kalo salah lokasi, jadi pas di pos satpam kita pura-pura nanya lagi, trus pas udah dipastikan kalo kita salah lokasi, langsung deh muter arah. Hehehe. :mrgreen:

Little Venice

Little Venice

Nyampe di Kota Bunga Cipanas sekitar jam 11 siang. Karna laper, jadinya makan dulu deh. Kebetulan waktu itu di sana lagi ada bazaar gitu. Jadi lagi banyak stand-stand makanan. Kita pilih soto ayam karna tampak lebih menggiurkan. Hehe πŸ˜€ Totalnya 33rb rupiah sajaaa, untuk 2 porsi soto ayam + nasi dan 2 gelas es teh manis.. πŸ™‚ Yah lumayan enak dan mengenyangkan. Hehehe.

Sebelum memutuskan masuk ke dalam Little Venice nya, aku nyaranin ke si Abang untuk solat jumat dulu aja. Soalnya waktu itu jam hampir nunjukkin pukul 12 siang. Jadi sambil muter-muterin Kota Bunga, kita nyari mesjid untuk Abang jumatan. Dan tau gaaaaa? Di area perumahan yang segede gitu yah, mesjidnya kecil banget deh.. Haduh-haduh.. Beneran ga balance banget. Tapi ga tau deng ya, kalo ada mesjid lain selain yang kita temukan itu. Hmm..

Mesjid @ Kota Bunga Cipanas

Beres jumatan, kita langsung menuju Little Venice. YEAY!! πŸ˜€ Akhirnyaaaa, kesampaian juga main-main di sini. Hehe. Kita beli yang paketan 32rb/orang (tiket masuk, tiket naik gondola, dan tiket naik mississippi boat). Asoooyy!! πŸ™‚ Begitu masuk langsung deh foto-foto di sana sini. Berbagai spot yang ada di dalam Little Venice kita kunjungi. Trus naik gondola dan mississippi boat juga. Seruuuu!! πŸ˜€ Yahh walaupun area nya kurang gede sih, tapi udah cukuplah untuk ajang bernarsis ria dan menghilangkan penat. Hehehe. πŸ˜€ Pas naik gondola, berasa lagi di venezia beneran!! Seruuuuuuu.. Hehehehe.. πŸ˜€ Oh ya, waktu kita ke sana yah.. lagi ada syuting video clip gitu. Tapi lagunya lagu dangdut gitu deh. Ga nahan banget lagunyaaaa.. Hahaha.. πŸ˜†

tiket masuk

Little Venice

Naik Gondolaaaa

Mississippi Boat

Udah puas main-main di Little Venice, kita pun keluar kembali ke area perumahan Kota Bunga Cipanas. Nah petualangan selanjutnya dimulai, kita muter-muterin kompleks perumahannya. Foto-foto di berbagai model rumah yang ada di sini. Ada model rumah koboi, rumah jepang, rumah indian, rumah barbie, wah banyak banget deh pokoknya. Bahkan ya ada rumah-rumah mini gitu, lucu banget deeehhh.. Bener-bener keren rumah-rumahnya, tapi sayang, beberapa udah kusam gitu warna catnya, ga dirawat kali yaaaa sama yang punya.. Sayang banget. 😦

Rumah Alice in Wonderland

Rumah Jepang

Rumah Miniiii

Abis muter-muterin Kota Bunga Cipanas, kita melanjutkan perjalanan. Aku pengen nyobain solat di mesjid yang ada di puncak. Itu loohhh, mesjid yang terkenal ituuu, yang suka ada di tipi-tipi pas adzan magrib gituuu.. Hehehe. πŸ˜€ Kita berdua sempetin solat ashar di sana. Wah di sana udaranya seger banget.. Dingiiiinnn.. Pas wudhu juga airnya dingin banget. Hehehe πŸ˜€ Beres solat ashar, perut pun terasa lapar. Makan lagiiii!! Hahaha.. Kali ini agak-agak begaya dikitlah, nyobain makan di Restoran Rindu Alam yang juga punya spot keren di puncak. Walopun agak shock ngeliat harga-harga makanannya, tapi puaslah, soalnya jarang-jarang bisa makan enak sambil menikmati view puncak yang keren banget gitu.. πŸ™‚

narsis dulu @ RM Rindu Alam

Read Full Post »

Older Posts »