Feeds:
Posts
Comments

Kamis, 17 Maret 2011..

Dikarenakan urusan meeting tante saya sudah kelar, akhirnya kita bisa jalan-jalan mengelilingi Lombok.. Yippiiieee.. Satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi di Lombok adalah Tiga Gili. Tiga Gili adalah tiga buah gili (dalam bahasa Lombok artinya “pulau kecil”) yang sangat terkenal di Lombok. Terdiri dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Tiga Gili ini sangat terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang eksotis. Jadi buat kamu-kamu yang hobi snorkelling atau diving, rugi banget kalo ke Lombok tapi belum mampir ke sini! By the way, dari tiga gili tersebut yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Gili Trawangan..

Tiga Gili dilihat dari pesawat..

Sebelum meluncur ke Tiga Gili, kami memutuskan untuk belanja dulu mencari oleh-oleh. Kali ini kami naik taksi bluebird dengan supirnya yang bernama, Pak I Komang. Pak I Komang membawa kami menuju ke satu tempat oleh-oleh (saya lupa nama tokonya apa, hehe). Di toko itu selain ada jual oleh-oleh baju dan oleh-oleh makanan khas Lombok, ada juga mutiara yang terkenal itu! Wowww.. Tapi sayang sekali, untuk harga baju di toko itu cukup mahal. Sedangkan untuk oleh-oleh makanannya lumayan terjangkau. Makanan apa sih yang khas dari Lombok? Yang menarik perhatian saya adalah.. dodol rumput laut! Wah.. Baru denger saya ada dodol rumput laut. Rasanya? Kayak jelly gitu, kenyal dan manis. Katanya sih bisa memperlancar pencernaan, hehe.. Range harga untuk makanan khas Lombok ini berkisar antara Rp 17500 – Rp 20000 per kotak ukuran 180 gr.

Selain dodol rumput laut, ada pula makanan khas Lombok lainnya. Seperti manisan rumput laut, manisan tomat, manisan nangka, abon ikan, dll. Dan yang paling unik di sini juga ada madu khas Lombok. Mungkin terdengar biasa ya.. Tapi di sini ada 3 jenis madu. Yang pertama, madu yang biasa kita lihat sehari-hari yang berwarna kuning keemasan. Kemudian ada pula madu yang berwarna putih, (kalo gak salah) namanya madu kristal atau madu putih. Madu ini dihasilkan dari lebah putih. Dan yang terakhir adalah madu yang berwarna hitam. Dihasilkan oleh lebah hitam (kalo gak salah). Cukup unik ya? Dan katanya madu putih dan madu hitam ini hanya dapat ditemukan di Lombok. Untuk harga per botolnya cukup terjangkau, (kalo gak salah) berkisar antara Rp 30000 – Rp 80000 per botol.

Madu Putih, Madu Kuning Keemasan, dan Madu Hitam

Seperti yang saya bilang sebelumnya, di toko ini selain menjual kaos dan makanan khas Lombok, mereka juga menjual mutiara Lombok yang terkenal itu. Dan harganya? Cukup fantastis! Untuk sebuah kalung mutiara dijual dengan harga Rp 900.000! Hmm.. Mahal juga yaa.. Selain dibuat dalam bentuk kalung, ada pula gelang, bros jilbab, cincin dan anting-anting. Dan ada juga yang dijual eceran. Harganya berkisar antara Rp 400.000 – Rp 600.000 / gramnya. Hmm..

Kalung Mutiara

Beragam pilihan mutiara yang dijual eceran

Setelah puas belanja oleh-oleh makanan dan melihat-lihat mutiara Lombok di toko tersebut, kami menuju satu toko lagi yang khusus menjual baju dan kain Lombok. Namanya Toko Fortuna yang berlokasi di Pasar Cakra, Cakranegara, Lombok. Di toko ini terdapat banyaaaakk sekali pilihan baju kaos, baju pantai dan daster khas Lombok. Mulai dari ukuran anak-anak sampai ukuran orang dewasa ada di sini. Harganya? Cukup terjangkau. Yaitu Rp 25.000 – Rp 50.000 / kaosnya. Modelnya juga banyak yang lucu-lucu. Pokoknya cocok untuk dijadiin oleh-oleh deh!

Belanja kaos Lombok di Toko Fortuna

Selesai belanja baju untuk oleh-oleh, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Gili Trawangan! Ya, karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan kami tidak punya banyak waktu karena besok (Jum’at, 18 Maret 2011) kami sudah harus pulang ke Jakarta, maka kami memutuskan untuk mengunjungi Gili Trawangan saja. Yaa, it’s okay lah.. yang penting udah pernah menginjakkan kaki di sana. Hehehe..

Pak I Komang pun membawa kami menuju Pelabuhan Bangsal. Tetapi sebelum menuju pelabuhan tersebut, Pak I Komang membawa kami memutar rute perjalanan, yaitu melewati Monkey Forests (Hutan Monyet). Ya, kami akan melewati sisi pegunungan dari provinsi NTB πŸ™‚ Di salah satu perbukitan menuju ke Pelabuhan Bangsal tersebut, terdapat banyak sekali monyet-monyet liar yang berkeliaran di antara pohon-pohon. Monyet-monyet itu cukup jinak. Asalkan kita gak membawa makanan yang mengundang perhatian mereka, mereka gak akan menganggu kok.

Monkey Forests

Pelabuhan Bangsal adalah tempat penyeberangan menuju Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno). Pelabuhan ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari hotel tempat kami menginap, yaitu Holiday Resort. Di sini angkutan umum hanya boleh sampai di terminal saja, setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Domo” atau biasa kita kenal dengan “Delman”. Namun, kita bisa minta diantar oleh supir taksi sampai ke dalam pelabuhan, dengan membayar tarif ke pengendara Domo sebesar Rp 10.000. Di pelabuhan ini terdapat banyak cara untuk bisa menyeberang ke Tiga Gili. Bisa menggunakan kapal umum (Public) yang dapat menampung 20 orang per boat, ada pula pilihan untuk menyewa boat sendiri dengan kapasitas maksimal 12 orang. Tentunya kalo kita menyewa kapal sendiri harganya jauh lebih mahal daripada naik kapal umum.

Daftar harga tiket penyeberangan ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air

Karena tujuan kami adalah Gili Trawangan, jadi kami memutuskan untuk naik kapal menuju Gili Trawangan dengan harga tiket Rp 10.000 / orang. Satu hal yang harus diperhatikan di sini adalah kita harus menunggu kapal sampai benar-benar penuh sesuai kuotanya (20 orang) baru kapal akan berangkat. Jadi kalo gak mau lama nunggu, lebih enak perginya rombongan. Setelah kurang lebih 20 menit menunggu, akhirnya kapal pun berangkat. Perjalanan dari Bangsal ke Trawangan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tapi sepanjang perjalanan saya jamin gak akan bosan, karena kita bisa melihat view Lombok dari kejauhan dengan pegunungannya yang eksotis!

Lombok dari kejauhan..

Kami berlabuh di Trawangan pukul 14.00 WIT. Fyi, kapal umum terakhir dari Trawangan ke Bangsal adalah pukul 16.00 WIT. Setelah itu biasanya tidak akan ada kapal lagi, dan mau gak mau pilihannya adalah menginap di Trawangan atau menyewa kapal sendiri yang tentunya akan lebih mahal. Berhubung besok kami akan ‘terbang’ kembali ke Jakarta, jadi tidak mungkin menginap hari ini di Trawangan. Oleh karena itu, kami hanya punya kurang lebih 2 jam untuk menikmati keindahan Gili Trawangan.

Menurut saya, Gili Trawangan begitu indah.. Pasirnya putih, lautnya gradasi biru muda dan biru tua. Sungguh sangat indah sekali. Bagi saya, selain Pulau Peucang, Trawangan adalah salah satu pantai yang sangat indah di mata saya. Hanya saja dibandingkan Peucang, Trawangan lebih ramai. Hmm, mungkin kalo Gili Meno sama Gili Air ga akan serame ini kali ya..

Gili Trawangan β™₯

Gili Trawangan β™₯

Trawangan lebih didominasi oleh turis mancanegara. Di sepanjang pantai banyak sekali bule-bule yang sedang sunbathing atau sekedar duduk-duduk di cafe-cafe sambil ngobrol satu sama lain. Mulai dari bule-bule yang muda, sampai yang kakek nenek ada di sini. Yaa mungkin sekilas mirip Bali kali yaaa.. (walaupun saya belum pernah ke Bali tapi kebayang suasananya sama kayak gini). Bule-bule dengan bikininya yang sexy yang lagi asyik sunbathing di bawah sinar matahari yang cukup menyengat pada saat itu. Oh iya, buat kamu-kamu yang kesini dan ingin snorkelling atau diving tapi gak punya alatnya, jangan khawatir. Karena di sepanjang jalan banyak sekali tempat-tempat penyewaan alat untuk snorkelling dan diving (mulai dari fin, mask, snorkel, oxygen, dsb). Harga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 25.000 – Rp 100.000 untuk peralatan snorkelling. Kalo untuk diving, saya kurang tau harganya karena gak nanyain hehehehe..

Salah satu tempat penyewaan peralatan diving di Trawangan..

I was here!! πŸ˜€

Bule-bule lagi sunbathing

Setelah puas menikmati keelokan Trawangan, jam 16.00 WIT kami kembali ke Pelabuhan Bangsal. Oh iya, saya lupa menyampaikan di awal. Jadi, di Lombok ini kita bisa minta ditungguin sama supir taksinya. Makanya dari awal saya dan tante saya muter-muter Lombok untuk beli oleh-oleh sampai akhirnya ke Trawangan itu, pak I Komang tetap setia menunggu. Tapi tenang saja, tidak perlu takut kemahalan karena argo pasti akan dimatikan. Jadi kita bisa puas berbelanja dan berjalan-jalan! Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, pak I Komang yang sebelumnya sudah saya telfon untuk standby menjemput kita di Bangsal, ternyata sudah ada di terminal. Kami pun memutuskan untuk naik si Domo dari Bangsal ke terminal. Tarif 1 orang untuk naik si Domo ini adalah Rp 5.000/orang dengan lama perjalanan menuju terminal kurang lebih 15 menit. Cukup murah ya..

Si Domo πŸ™‚

Di perjalanan menuju Holiday Resort, kami melewati pegunungan dan pemandangan laut yang sangaaaaaat indah.. Sampai akhirnya kami tiba di suatu daerah yang agak tinggi, yang kata pak I Komang daerah ini bernama “Malimbu”. Malimbu ini adalah suatu perbukitan yang viewnya menghadap ke laut biru. Indah sekali.. Anyway, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam mengitari Lombok dan membeli oleh-oleh, kami hanya membayar argo sebesar Rp 170.000. Cukup terjangkau, mengingat sudah banyaknya tempat-tempat yang kami lewati sepanjang perjalanan tadi..

Malimbu πŸ™‚

Di postingan selanjutnya, saya akan menceritakan tentang wisata kuliner yang terkenal di Lombok….. Ayam Taliwang! *to be continued*Β 

Lombok in My Eyes #1

Lombok in My Eyes #3

Advertisements

Nusa Tenggara Barat.. Satu nama provinsi di Indonesia yang entah sejak kapan menarik perhatian saya. Dan tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk bisa menginjakkan kaki di sini. But, finally.. I was there!

Hari itu, Rabu 16 Maret 2011,Β  pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki saya di Pulau Lombok, salah satu pulau yang menyajikan banyak wisata bahari di Indonesia. Suatu kebetulan saya bisa ke sini, dikarenakan tante saya yang dari Batam ada meeting di Lombok, dan dia membawa anaknya yang masih berusia 6 tahun ke sana. Saya jadi pengen ikutan, dengan alasan mau jagain anaknya. Hehehe..

Saya berangkat dari Bandung jam 9 pagi dengan menggunakan bus primajasa. Ketemuan sama tante saya, anaknya, dan temennya di Bandara Soekarno Hatta. Kami akan ‘terbang’ menuju kota Mataram dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan lokal, pada pukul 12.45 WIB. Sesampainya di bandar udara Selaparang, Mataram, hari sudah menunjukkan pukul 15.45 WIT, dikarenakan adanya perbedaan waktu 1 jam dengan Jakarta.

Bandar Udara Selaparang, Mataram πŸ™‚

Bandar udara Selaparang bisa dikatakan cukup kecil, namun skalanya adalah skala internasional. Akan tetapi, dari info yang saya dapatkan, bahwa pada bulan Juli nanti bandar udara ini akan ditutup dan digantikan dengan bandar udara baru yang berlokasi di luar kota Mataram. (saya lupa nama kotanya apa, hehe).

Ruang Pengambilan Bagasi

Perjalanan pun dilanjutkan. Sebelumnya, saya sempat tanya-tanya dulu sama temen saya yang sempat magang di Lombok selama kurang lebih 2 bulan. Menurut pengalamannya, di Lombok itu transportasi umum cukup sulit. Jadi kemana-mana kudu naik taksi atau carter mobil. Karena itulah, dari airport saya menyarankan pada tante saya untuk naik taksi aja ke hotelnya. Kami akan menuju Holiday Resort, yang menjadi tempat meeting tante saya.

Tarif taksi dari bandar udara Selaparang yang berlokasi di pusat kota Mataram menuju ke Holiday Resort yang berlokasi di Senggigi Beach, mencapai 85rb rupiah. Supir taksi yang membawa kami bernama, Pak Asmara. Di sepanjang perjalanan, beliau banyak bercerita tentang Lombok. Lombok yang sepi.. Lombok yang sangat menjunjung tinggi religiusitas umatnya. Oh iya, Pak Asmara juga sempat bercerita tentang mutiara khas Lombok yang terkenal itu. Menurut beliau, mutiara yang asli itu adalah mutiara yang berasal dari laut, dan harganya akan mencapai jutaan rupiah. Sementara mutiara yang berasal dari air tawar itu tidak asli, dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau. Mutiara yang asli sendiri di Lombok cukup susah didapat, karena hanya dikelola oleh pihak LIPI dan tidak sembarang orang yang menjualnya. Hanya saja sekarang sudah banyak ditemui mutiara-mutiara hasil budidaya yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Harga mutiara hasil budidaya ini cukup terjangkau dan dapat diperoleh di tempat-tempat penjualan oleh-oleh di Lombok..

Perjalanan dari bandar udara Selaparang menuju Holiday Resort memakan waktu kurang lebih 30 menit. Beberapa kali Pak Asmara menawarkan kepada tante saya dan temannya untuk mampir dulu membeli oleh-oleh. Kata beliau, selama masih searah kita bisa berhenti dulu untuk makan atau membeli oleh-oleh dan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Namun, karena tante saya sedang ditunggu meeting maka kami memutuskan untuk lanjut saja. Di sepanjang perjalanan saya menyaksikan pesona Lombok yang begitu indah. Mulai dari pantainya, (kami melewati pantai batu layar, dan pantai senggigi, hanya saja tidak sempat mampir karena sedang dikejar waktu) dan pegunungannya yang eksotis. β™₯

Pantai Batu Layar

Pantai Senggigi dari kejauhan..

Sesampainya di Holiday Resort, saya dan Salsa (anak tante saya, 6 tahun) hanya menghabiskan waktu dengan berenang di kolam renang hotel. Karena tante saya masih meeting, jadi di hari pertama ini kami tidak banyak pergi kemana-mana. Hanya melihat sunset dari hotel saja. Malamnya, kami makan malam bersama dengan teman-teman kantor tante saya. Ada yang menarik perhatian saya ketika makan malam, yaitu sekelompok bapak-bapak pemain musik yang menghibur tamu hotel pada malam itu. Jadi berasa di Hawaii gitu deh. Hehehe..

Salsa lagi berenang.. πŸ˜‰

Menunggu sunset di Holiday Resort

Ada bule lagi dinner diiringi lagu-lagu Hawaii.. β™₯

Nantikan lanjutan cerita saya selama di Lombok di postingan selanjutnya yaaa..

Lombok in My Eyes #2

Lombok in My Eyes #3

De Ranch, Lembang πŸ™‚

Okay, masih di hari yang sama setelah jalan-jalan ke Tahu Susu Lembang, saya dan Abang pun melanjutkan perjalanan ke De Ranch, yang berlokasi di Jl. Maribaya, Lembang. Awalnya agak-agak ragu juga mau ke sini, takut mahal. Tapi setelah googling, kayanya harganya lumayan terjangkau. Jadilah kita memberanikan diri ke sana.

De Ranch adalah salah satu tempat wisata alam di Bandung. Dikemas dengan konsep ala “koboi” lengkap dengan wisata berkudanya. Di tempat ini, banyak banget permainan outbound untuk anak-anak maupun untuk dewasa. Selain itu, kita juga bisa melihat sapi-sapi yang siap diperah susunya. Untuk anak-anak disediakan paket khusus belajar berternak kuda dan sapi, dan bagaimana cara memerah susu sapi. Tapi saya lupa nama dan harga paketnya, nanti kapan-kapan kalo saya ke sana lagi saya update ya!

Free Welcoming Drink!

Harga tiket masuk ke De Ranch ini sangat murah. Hanya Rp 5.000 saja, dan kita dapat free susu segar. Bisa pilih rasanya pula! Saya memilih rasa Melon, dan Abang memutuskan untuk mencoba rasa Mocca. Hmm, segar banget deh! Susu murni yang diolah secara alami, cocok banget diminum di sini, sambil melihat pemandangan yang subhanallah indah sekali. Berasa lagi diΒ  luar negeri deh pokoknya!

Setelah minum susu, kita pun memutuskan untuk muterin De Ranch. Waah, ternyata arealnya luas juga yaaa.. Dan banyak permainannya juga.. Ada Flying Fox, Sepeda, Trampolin, Pancing-pancingan, Gold Hunter, Kereta Kuda, dsb.. Rata-rata harga permainan disini berkisar antara Rp 15.000-Rp 30.000. Cukup terjangkau bukan? Untuk anak-anak ada juga jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, dsb.

Nama kudanya "Mayang"

Sayangnya pas kemaren saya dan abang main ke sana, cuaca lagi ga bersahabat. Gerimis.. Jadinya, kita ga bisa naik kuda, karena kudanya ga boleh kena hujan, ntar sakit! Hehehe.. Dan juga, abang ga bisa naik kuda, karena overweight! Hahaha. Iya, buat kamu-kamu yang berat badannya di atas 80 kg, maaf maaf aja yaaa, ga bisa naik kuda di De Ranch. Karna batas maksimum berat badannya hanya 80 kg. Hehehe.. Maka dari itu, kita pun memutuskan untuk naik kereta kuda aja.. Oh iya, untuk kuda, harganya bervariasi, tergantung jaraknya. Ada yang Rp 15.000 dan ada yang Rp 20.000. Sedangkan untuk kereta kuda, harganya Rp 25.000 dan bisa muat untuk 3 orang.

Sebelum naik kereta kuda (karna harus ngantri dulu), saya dan abang foto-foto dulu pake kostum ala “koboi”. Ya! Disini disediakan vest dan topi koboi secara percuma! Bisa dipakai untuk naik kuda, atau juga untuk sekedar foto-foto doang. Gratis.. tis.. tis.. tissss.. Enak banget kan! Berasa jadi “koboi” beneran dehhh.. Hehehehe.

CowGirl!

CowBoy!

kandang sapi

Setelah selesai muterin areal De Ranch dengan kereta kuda. Saya dan abang jalan-jalan lagi. Sekarang kita mutusin mau lihat kandang sapi. Wooowww.. sapinya gede-gede banget deh! Susu sapi segar yang didapat di pintu masuk itu, adalah hasil perahan dari sapi-sapi tersebut loh.. Ckckck..

Cottage : For Rent!

Oh iya, selain permainan-permainan, di De Ranch ini juga ada beberapa stand makanan. Harga makanannya bervariasi, antara Rp 10.000-Rp 50.000. Selain itu juga disediakan cottage yang bisa menampung sampe 7 keluarga di dalamnya. Wah, mantap banget yaaaa.. Satu yang saya suka dari tempat ini adalah, petugasnya ramah-ramah banget! Beneran deh.. Tempat ini recommended banget buat dijadiin list tempat yang wajib dikunjungi di Bandung!

29 Desember lalu, adalah penentuan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dikarenakan pada tanggal tersebut, timnas Garuda harus berjuang mati-matian untuk memperoleh juara di Final AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno. Sebelumnya, tanggal 26 Desember 2010, Final Leg Pertama telah digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Namun, sayang sekali.. walaupun Indonesia telah membuka gelaran AFF Suzuki Cup 2010 dengan permainan yang cantik dan skor yang fantastis, tapi ternyata tidak mampu membuat Indonesia memenangkan pertandingan final leg pertama di Malaysia. Ya, Indonesia harus rela kalah telak dari Malaysia, 3-0..

I'm Indonesian! πŸ™‚

Karena kekalahan itu pula, timnas Garuda harus berjuang ekstra keras untuk bisa (minimal) menyamakan kedudukan dengan skor agregat Malaysia dengan menyumbangkan 3 gol, atau 4 gol untuk bisa langsung meraih gelar juara AFF Suzuki Cup 2010. Satu perjuangan yang pastinya sangat susah dilakukan.. Tapi 90 menit bukanlah waktu yang singkat, dan melihat semangat para pemain timnas di status twitternya, membuat saya (sebagai warga Indonesia) menjadi sedikit optimis akan keberhasilan Indonesia meraih gelar juara AFF Suzuki Cup 2010.

Dengan segenap harapan dan rasa optimis akan kemenangan Indonesia, saya dan abang pun memutuskan untuk menjadi pemain ke-12 untuk timnas. Ya, kami dan puluhan ribu warga Indonesia lainnya beramai-ramai memadati Gelora Bung Karno untuk memberikan spirit dan energi tambahan bagi Firman Utina, dan kawan-kawan. Sore itu, semua mata dan langkah tertuju pada satu tempat : Stadion Utama Gelora Bung Karno!

Saya dan abang berangkat dari Bandung jam 1 siang, naik travel yang turun di pool Sarinah. Dari sana kita melanjutkan perjalanan ke Gelora Bung Karno dengan naik Transjakarta. Jam menunjukkan pukul 4 sore, tapi antrian di halte Sarinah super dahsyat sekali.. dan, semua orang yang antri pake baju dengan warna yang sama, warna merah! sudah jelas sekali tujuan mereka sore ini. ya, pasti semua pada mau ke Gelora Bung Karno.

 

Pemandangan GBK dari atas terminal transjakarta

Setelah bersusah payah ngantri, ditambah pula dengan armada Transjakarta yang juga pada full semua setiap kali lewat halte Sarinah, akhirnya aku dan abang sampai juga di Gelora Bung Karno sekitar pukul setengah 6 sore. Itu juga di dalam Transjakarta-nya berdiri berdesak-desakan dengan puluhan penumpang lainnya. Ditambah dengan aroma badan para penumpang yang bercampur jadi satu. Yuck..

Aku dan Abang beli tiketnya yang “tribun” dengan harga 80rb. Harusnya sih harganya 50rb. Tapi karna kita nitip sama orang lain, jadinya harganya dinaikin jadi 80rb. Yaaa, gapapa deh, daripada kemaren ga dapet tiket hehehe.. Kita dapet posisi di tribun sektor 15. Setelah berdesak-desakan masuk melalui Gate VIII, aku dan abang akhirnya berhasil masuk dan bergabung bersama ribuan penonton lainnya di SUGBK. Amazing banget rasanya! Bisa menyaksikan pertandingan sedahsyat ini secara langsung bersama ribuan penonton lainnya.. Suatu kesempatan yang langka (bagiku)..

Kedua tim menyanyikan lagu kebangsaan..

90 menit pertandingan final AFF Suzuki Cup 2010 Leg 2 ini ternyata belum mampu membuat Firman Utina dkk berhasil meraih gelar juara dalam pertandingan bergengsi ini. Indonesia harus rela kalah secara agregat dari Malaysia 4-2. Walopun kalah, tapi aku dan abang puas, bisa menyaksikan perjuangan tim Garuda secara live dari Stadion Utama Gelora Bung Karno..

By the way, dalam pertandingan ini Firman Utina mendapatkan award sebagai best player sedangkan Safee dari Malaysia mendapatkan award sebagai top scorer sepanjang pertandingan AFF 2010 ini dihelat.. Congratulation, Malaysia!

 

1st winner : Malaysia

2nd winner : Indonesia

Best Player : Firman Utina (Indonesia)

Top Scorer : Safee (Malaysia)

Rumah Produksi Tahu Susu Lembang

Beberapa minggu yang lalu, saya dan Abang pergi jalan-jalan ke Lembang. Ngabisin hari Minggu dengan menikmati sejuknya udara lembang. Awalnya kita berencana main ke De Ranch. Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun, dan kita akhirnya memutuskan untuk berteduh sebentar sambil makan siang di Tahu Susu Lembang Tahu Susu Lembang ini berlokasi di . Dari depan terlihat seperti SPBU, tapi jangan tertipu yaaa.. karna tempat semacam SPBU tersebut adalah tempat untuk Drive Thru tahu susu ini.. Hihihi, lucu yaaaa..

'Dapur'nya

Di tempat ini, selain ada rumah produksi tahu susu, juga terdapat banyak kios-kios yang menjual berbagai menu makanan dengan menggunakan olahan tahu susu sebagai bahan bakunya. Ada kupat tahu, tahu isi, batagor tahu, baso tahu, dsb. Selain itu, terdapat juga arena outbound untuk anak-anak yang terdiri dari Mini ATV, Flying Fox, Bumper Boat, dsb. Tempatnya sangat nyaman dan cocok untuk didatangi bersama keluarga di akhir pekan..

Tahu Sumedang

Sesampainya di sana, saya dan Abang memesan tahu sumedangnya. Hmm, rasanya enaaak banget. Luarnya gurih, dalemnya lembuuuut banget. Beda bangetlah sama tahu-tahu sumedang yang dijual diluaran. Maknyooossss.. Harganya juga murah banget, 10rb/10 biji. Selain itu, saya juga mencicipi tahu isinya, saya pesen tahu isi jamur + sumsum sapi, dan tahu isi udang + ayam. Harganya 10rb/6pcs (3 tahu jamur+sumsum, 3 tahu udang+ayam). Rasanya? Hmm.. sama enaknyaaaa.. Semakin enak ditambah dengan susu sapi murni. Makin mantap! hehehe..

Tahu Isi Udang+Ayam & Jamur+Sumsum

Btw, menurut saya kalo ke tempat ini mending makan tahunya aja. Soalnya makanan yang lainya muaaahhhaallll.. Nasi goreng biasa aja harganya bisa sampe 25ribuan. Si abang sempet mesen baso. Isinya cuma 2 baso + 2 tahu + mie, harganya 16 ribu. Mahaaallll.. Jadi yaa yang worthed cuma tahunya aja kalo menurut saya mah. Hehehehe..

Serba Rame @ Tubagus Ismail

Ini dia salah satu tempat makan favorit saya di Bandung..Β  Namanya, Serba Rame.. Awalnya sih tempat ini bernama Serbu Rame, karena makanan andalannya itu bubur ayam. Tapi seiring waktu, mulai banyak pilihan makanan yang enak-enak di sini. Selain enak, juga murah tentunya. Cocok banget deh untuk anak kosan.. Oh iya, di sini juga ada wifi-nya loh.. Jadi sambil makan, kita juga bisa sambil ngerjain tugas bareng temen-temen.

Sosis Kentang Mayo

Saya dan pacar suka banget makan malam di sini. Tempat ini buka setiap hari, dari sore sampai malam. Nah, hari ini saya makan salah satu makanan favorit saya di tempat ini, yaitu chicken fillet mayo + nasi, sementara abang memilih nasi ayam pop yang terdiri dari nasi, ayam spesial bumbu, tahu, tempe, lalapan, dan sambal. Selain itu kita juga pesen tambahan makanan yaitu sosis kentang mayo, dan dessertnya martabak es krim. Waaawww.. Maknyos sekali bukan??

Chicken Fillet Mayo

Sekarang kita bahas satu-satu yaaa.. Chicken Fillet Mayo ini worthed banget loh!! Harganya cuma 9ribu rupiah saja.. Rasanya? Yummy.. Enak banget deh. Chicken filletnya crispy banget.. Paaaaassss sekali dengan mayo & saus sambelnya.. Pokoknya cocok untuk kantong mahasiswa lah, hehehe..

 

Nasi Ayam Pop

Kalo nasi ayam pop pilihan abang, menurut saya, kurang worthed.. Soalnya kemahalan.. Harganya 13rb rupiah. Rasa ayamnya enak sih. Bumbunya nendang banget! Tapi ngeliat harganya kok rada ga wajar yaaa.. Biasanya ayam pop gitu paling mahal cuma 10-11ribu. Hehehehe.. Buat yang berkantong tebel cocok nih! Tapi buat anak kosan yang keuangan terbatas kayanya kurang pas deh, hohohoho..

Martabak Es Krim

Untuk tambahan makanan, kita memilih kentang sosis mayo.. Ini juga worthed banget untuk cemilan ringannya. Harganya cuma 6ribu rupiah. Porsinya lumayan banyak. Soal rasa ya biasalah, kentang & sosis digoreng, disiram pake saus mayo dan dicocol pake saus sambel Kalo martabak es krim? Wah.. ini harus dicoba nih!! Enaaakkkk.. Rasanya kayak-kayak pancake es krim gitu.. Ada potongan stroberinya juga, bikin menu ini jadi dessert yang pas sekali untuk menutup makan malam kali ini

Pesona Kawah Putih

pesona indah kawah putih

Ada yang sudah pernah ke Bandung? Pernah mampir ke Kawah Putih? Kalo belum, berarti kamu wajib datang ke Bandung lagi dan wajib mampir ke Kawah Putih!

Kawah Putih adalah salah satu tempat wisata di daerah Bandung Selatan. Berupa sebuah danau dari Gunung Patuha, dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu kurang lebih 8-22Β°C. Di puncak Gunung Patuha terdapat Kawah Saat, yang dalam bahasa Sunda berarti “Surut”, yang berada di bagian barat. Di bagian bawahnya terletak Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII. Lokasi tempat wisata Kawah Putih ini sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang.

Hari Sabtu kemaren, saya dan temen2 SMA saya yang lagi liburan di Bandung, memutuskan untuk jalan-jalan Kawah Putih ini. Terakhir kali saya ke Kawah Putih kurang lebih 3 tahun yang lalu, tepatnya 7 Juli 2007, waktu saya dan pacar merayakan 1st Anniversary kita.. (Lebih lengkapnya, baca postingannya di sini..) Ternyata udah banyak perubahan yaaa.. Terutama perubahan harga masuk, yang mulai ditetapkan sejak Februari 2010 silam.

Kali ini, saya ke Ciwidey naik mobil bersama 7 orang teman lainnya. Karna naik mobil, rute yang ditempuh jadi berbeda dari pada saat pertama kali saya kesini. Kita lewat jalan tol, trus masuk ke buah batu – soreang – kabupaten ciwidey. Perjalanan dengan mobil ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Kita berangkat dari Bandung jam 10an pagi, sampai di Kawah Putih jam 12an.

Perubahan harga tiket masuk yang saya bilang di awal tadi, cukup drastis. Per orang dihitung Rp 26.000, dari yang sebelumnya hanya belasan ribu rupiah saja. Yang lebih parah, 1 mobil dihitung Rp 150.000!! Mahal sekali bukan?? Ketika ditanya, 150rb rupiah itu untuk bayaran apa, pihak mereka mengatakan bahwa itu adalah biaya untuk perawatan & perlindungan lingkungan. Hmm..

Setelah nego dengan susah payah, akhirnya didapatlah harga Rp 280.000 (orang yang masuk hanya dihitung berlima). Namun dengan biaya segini tetap dirasakan sangat mahal bagi kami. Terlebih lagi, di depan gerbang kawah putih, ada sebuah kendaraan angkutan umum yang bernama “ontang-anting”, yang bisa mengangkut pengunjung dari gerbang masuk sampai ke atas dengan biaya Rp 25.000/orang. Setelah berdiskusi panjang lebar di dalam mobil, dan dengan kebaikan hati mbak2 penjual tiket, akhirnya kita dikasih diskon lagi, jadi Rp 240.000, dibagi 8 orang, jadi masing2 bayarnya Rp 30.000. Ya, lumayanlah..

Walaupun ini kali kedua saya berkunjung ke Kawah Putih, tapi tetap tidak mengurangi rasa kagum saya pada ciptaan Sang Maha Kuasa ini. Subhanallah.. Melihat indahnya kawah berwarna kehijauan, ditutupi kabut dengan udara yang sejuk, sungguh adalah pemandangan yang indah dan sangat mengagumkan. Sungguh, kuasa Allah SWT tidak ada yang dapat menandinginya.

suhu 10Β°C

Udara di Kawah Putih sangat dingin. Suhunya kurang lebih 10Β°C. Oleh karena itu, buat temen2 yang mau kesini, jangan lupa pake jaket ya! Daripada ntar masuk angin. Hehehe.. Fyi, lokasi Kawah Putih ini seringkali dijadikan tempat untuk syuting videoclip, lokasi foto prawed, dan syuting film. Salah satu film terkenal yang pernah syuting di film ini adalah film “HEART” yang diperankan oleh Acha dan Irwansyah. Inget kan, waktu scene Irwansyah yang memberikan surprise untuk Acha dengan menyajikan lunch di tempat ini? Benar-benar ROMANTIS!!!

pedagang stroberi.. stroberinya gede2, bikin ngiler!

Setelah puas melihat keindahan kawah putih, dan (tentunya) photo session, kita pun pulang. Sebelum pulang, kita beli strawberry dulu. Di sepanjang jalan menuju kawah, banyak banget pedagang strawberry yang menjajakan dagangannya. Strawberrynya seger-seger, gede-gede, dan manis banget! Harganya juga murah banget loh.. 1 kotak besar ditawarkan dengan harga Rp 10.000 dan yang kecil Rp 5.000, masih bisa ditawar pula! Mantap.. Bener2 bikin kita ga bisa nahan diri untuk beli strawberrynya deh.. Hihihihi..

Berikut sedikit hasil photo session kita selama di kawah putih..