Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘lombok’

Wisata Kuliner Lombok : Ayam Taliwang

Malamnya (Kamis, 17 Maret 2011), saya dan tante saya pergi mencari makanan khas Lombok yang terkenal super pedas itu. Yap, ayam taliwang..

Awalnya, kami ingin menelfon Pak I Komang untuk mengantarkan kami pergi memburu si ayam taliwang. Tapi ternyata Pak I Komang sudah di rumah. Maklum saja, Pak I Komang pasti capek sekali setelah mengantarkan kami melihat keindahan Lombok siang tadi. Akhirnya kami menelfon taksi bluebird lainnya. Kali ini supirnya bernama Pak Hasan.

Setelah merikues tempat makan ayam taliwang paling enak di Lombok, Pak Hasan membawa kami menuju satu daerah yang sekilas saya baca bernama daerah “Taliwang”.Β  Di daerah ini banyak sekali tempat makan yang menyajikan menu andalan kota Lombok tersebut. Namun, Pak Hasan berhenti di depan sebuah rumah makan bernama rumah makan “Dua Em Bersaudara”. Tanpa menunggu lama, kami pun turun ke rumah makan tersebut. Pak Hasan yang mengaku sudah makan malam hanya menunggu di taksi saja.

Rumah Makan “Em Bersaudara”

Menu makanan yang disajikan di rumah makan ini cukup bervariasi. Harganya pun cukup terjangkau. Namun yang menarik perhatian saya adalah ayam julak dan ayam pelecingan. Setelah bertanya pada pelayan rumah makan tersebut, ayam julak adalah ayam kampung yang dibumbui dengan bumbu khas taliwang yang super-extra-pedas. Artinya, pedasnya dahsyat! Jadi yang emang doyan pedas yang banget-bangetan, kudu cobain nih menu satu ini..

Ayam Julak

Sedangkan ayam pelecingan adalah ayam kampung yang dibumbui dengan bumbu khas taliwang yang tidak terlalu pedas. Namun, setelah saya coba tetap aja bikin “huh hah huh hah”. Rasanya dijamin enak banget deh! Harga ayam julak dan ayam pelecingan ini seporsinya Rp 30.000. Jangan khawatir kemahalan.. Ternyata 1 porsi ayam julak atau ayam pelecingan itu bisa untuk 2-3 orang. Karena ternyata 1 ekor saudara-saudara! Walaupun 1 ekor tapi ukurannya kecil loh.. Menurut Pak Hasan, ayam taliwang khas Lombok ini yang enak emang ayam yang masih muda, atau ayam juniornya. Makanya ukurannya kecil gitu..

Ayam Pelecingan

Selain ayam pelecingan dan ayam julak, kita juga memesan pelecing kangkung yang juga terkenal di Lombok! Sewaktu perjalanan dari Bandara ke Hotel kemarin, Pak Asmara memang sedikit bercerita tentang kangkung Lombok yang terkenal. Detailnya saya lupa gimana. Yang pasti, kangkung lombok itu lebih ‘kriuk-kriuk’ dibandingkan kangkung yang biasa kita temukan di daerah lain. Dan kangkung ini cocok sekali dimasak menjadi pelecing kangkung. Bentuknya kayak urap. Jadi kangkung, kacang panjang, toge dan kacang direbus trus disajikan dengan sambal terasi dan kelapa gitu. Rasanya? Enak! Satu porsi pelecing kangkung harganya Rp 7.500. Murah ya.. πŸ˜‰

Pelecing Kangkung

Setelah puas menyantap hidangan makan malam khas Lombok, kami pun pulang. Di sepanjang perjalanan, Pak Hasan banyak bercerita sekilas tentang Lombok. Menurut Pak Hasan, dulu Lombok sempat vakum lama sekali, kurang lebih 6 tahun, yaitu dari tahun 2000 sampai tahun 2006. Hal ini disebabkan oleh kerusuhan yang dulu terjadi di sini. Akibat kerusuhan itu, Lombok menjadi sepi.. Banyak wisatawan yang pergi meninggalkan Lombok. Akibatnya, banyak hotel dan usaha-usaha yang bangkrut di sini dikarenakan pajak yang tinggi namun tidak ada pengunjung yang datang. Dan pada tahun 2007, pelan-pelan Lombok mulai ramai lagi didatangi wisatawan sampai sekarang..

Jum’at, 18 Maret 2011

Hari ini saya, salsa, tante saya dan temannya akan ‘terbang’ kembali ke Jakarta. Ya, kami memang hanya sebentar di sini. Mungkin suatu hari nanti saya bisa berlibur lebih lama lagi di sini, entah itu sama keluarga, pacar atau teman-teman.. Hari ini lebih banyak dihabiskan dengan melihat-lihat Pantai Senggigi yang ada di belakang Holiday Resort, dan melihat tempat penetasan kura-kura (turtle hatchery) yang ada di hotel ini. Oh iya, pantai senggigi yang ada di belakang resort ini akan berkilau apabila terkena cahaya matahari loh.. Hal ini dikarenakan pasir pantai tersebut mengandung besi (Fe)..

Di Holiday Resort sendiri banyak sekali fasilitas yang bisa kita nikmati. Selain swimming pool yang berada di tengah-tengah hotel, ada pula pantai yang merupakan terusan dari pantai senggigi yang berlokasi di bagian belakang resort. Kemudian ada pula tempat bermain untuk anak-anak (kiddy land), giriloka spa, turtle hatchery, water sport dsb. Kamar-kamar di resort ini semua berbentuk rumah dua lantai. Satu rumah itu dibagi menjadi empat kamar, dua di lantai bawah dan dua di lantai atas. Pokoknya resort ini benar-benar bagus deh.. Bisa dijadikan alternatif penginapan buat kamu-kamu yang ingin berlibur atau mungkin honeymoon ke Lombok.. πŸ˜‰

Berikut hasil dokumentasinya..

Turtle Hatchery @ Holiday Resort

Turtle Hatchery @ Holiday Resort

Senggigi Beach @ Holiday Resort

Swimming Pool..

Salsa berpose di depan kamar πŸ™‚

w/ salsa di teras kamar.. πŸ™‚

Oke, cukup sekian laporan perjalanan saya dari Lombok. Belum banyak yang bisa saya ceritakan, karena waktu liburan yang cukup singkat. Masih banyak tempat-tempat yang belum saya kunjungi. Seperti Pantai Senggigi, Pantai Kuta, Pantai Batu Layar, Gili Air, Gili Meno, dsb. Berharap one day saya ada kesempatan bisa berkunjung ke Lombok lagi.

Lombok in My Eyes #1

Lombok in My Eyes #2

Advertisements

Read Full Post »

Kamis, 17 Maret 2011..

Dikarenakan urusan meeting tante saya sudah kelar, akhirnya kita bisa jalan-jalan mengelilingi Lombok.. Yippiiieee.. Satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi di Lombok adalah Tiga Gili. Tiga Gili adalah tiga buah gili (dalam bahasa Lombok artinya “pulau kecil”) yang sangat terkenal di Lombok. Terdiri dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Tiga Gili ini sangat terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang eksotis. Jadi buat kamu-kamu yang hobi snorkelling atau diving, rugi banget kalo ke Lombok tapi belum mampir ke sini! By the way, dari tiga gili tersebut yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Gili Trawangan..

Tiga Gili dilihat dari pesawat..

Sebelum meluncur ke Tiga Gili, kami memutuskan untuk belanja dulu mencari oleh-oleh. Kali ini kami naik taksi bluebird dengan supirnya yang bernama, Pak I Komang. Pak I Komang membawa kami menuju ke satu tempat oleh-oleh (saya lupa nama tokonya apa, hehe). Di toko itu selain ada jual oleh-oleh baju dan oleh-oleh makanan khas Lombok, ada juga mutiara yang terkenal itu! Wowww.. Tapi sayang sekali, untuk harga baju di toko itu cukup mahal. Sedangkan untuk oleh-oleh makanannya lumayan terjangkau. Makanan apa sih yang khas dari Lombok? Yang menarik perhatian saya adalah.. dodol rumput laut! Wah.. Baru denger saya ada dodol rumput laut. Rasanya? Kayak jelly gitu, kenyal dan manis. Katanya sih bisa memperlancar pencernaan, hehe.. Range harga untuk makanan khas Lombok ini berkisar antara Rp 17500 – Rp 20000 per kotak ukuran 180 gr.

Selain dodol rumput laut, ada pula makanan khas Lombok lainnya. Seperti manisan rumput laut, manisan tomat, manisan nangka, abon ikan, dll. Dan yang paling unik di sini juga ada madu khas Lombok. Mungkin terdengar biasa ya.. Tapi di sini ada 3 jenis madu. Yang pertama, madu yang biasa kita lihat sehari-hari yang berwarna kuning keemasan. Kemudian ada pula madu yang berwarna putih, (kalo gak salah) namanya madu kristal atau madu putih. Madu ini dihasilkan dari lebah putih. Dan yang terakhir adalah madu yang berwarna hitam. Dihasilkan oleh lebah hitam (kalo gak salah). Cukup unik ya? Dan katanya madu putih dan madu hitam ini hanya dapat ditemukan di Lombok. Untuk harga per botolnya cukup terjangkau, (kalo gak salah) berkisar antara Rp 30000 – Rp 80000 per botol.

Madu Putih, Madu Kuning Keemasan, dan Madu Hitam

Seperti yang saya bilang sebelumnya, di toko ini selain menjual kaos dan makanan khas Lombok, mereka juga menjual mutiara Lombok yang terkenal itu. Dan harganya? Cukup fantastis! Untuk sebuah kalung mutiara dijual dengan harga Rp 900.000! Hmm.. Mahal juga yaa.. Selain dibuat dalam bentuk kalung, ada pula gelang, bros jilbab, cincin dan anting-anting. Dan ada juga yang dijual eceran. Harganya berkisar antara Rp 400.000 – Rp 600.000 / gramnya. Hmm..

Kalung Mutiara

Beragam pilihan mutiara yang dijual eceran

Setelah puas belanja oleh-oleh makanan dan melihat-lihat mutiara Lombok di toko tersebut, kami menuju satu toko lagi yang khusus menjual baju dan kain Lombok. Namanya Toko Fortuna yang berlokasi di Pasar Cakra, Cakranegara, Lombok. Di toko ini terdapat banyaaaakk sekali pilihan baju kaos, baju pantai dan daster khas Lombok. Mulai dari ukuran anak-anak sampai ukuran orang dewasa ada di sini. Harganya? Cukup terjangkau. Yaitu Rp 25.000 – Rp 50.000 / kaosnya. Modelnya juga banyak yang lucu-lucu. Pokoknya cocok untuk dijadiin oleh-oleh deh!

Belanja kaos Lombok di Toko Fortuna

Selesai belanja baju untuk oleh-oleh, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Gili Trawangan! Ya, karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan kami tidak punya banyak waktu karena besok (Jum’at, 18 Maret 2011) kami sudah harus pulang ke Jakarta, maka kami memutuskan untuk mengunjungi Gili Trawangan saja. Yaa, it’s okay lah.. yang penting udah pernah menginjakkan kaki di sana. Hehehe..

Pak I Komang pun membawa kami menuju Pelabuhan Bangsal. Tetapi sebelum menuju pelabuhan tersebut, Pak I Komang membawa kami memutar rute perjalanan, yaitu melewati Monkey Forests (Hutan Monyet). Ya, kami akan melewati sisi pegunungan dari provinsi NTB πŸ™‚ Di salah satu perbukitan menuju ke Pelabuhan Bangsal tersebut, terdapat banyak sekali monyet-monyet liar yang berkeliaran di antara pohon-pohon. Monyet-monyet itu cukup jinak. Asalkan kita gak membawa makanan yang mengundang perhatian mereka, mereka gak akan menganggu kok.

Monkey Forests

Pelabuhan Bangsal adalah tempat penyeberangan menuju Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno). Pelabuhan ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari hotel tempat kami menginap, yaitu Holiday Resort. Di sini angkutan umum hanya boleh sampai di terminal saja, setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Domo” atau biasa kita kenal dengan “Delman”. Namun, kita bisa minta diantar oleh supir taksi sampai ke dalam pelabuhan, dengan membayar tarif ke pengendara Domo sebesar Rp 10.000. Di pelabuhan ini terdapat banyak cara untuk bisa menyeberang ke Tiga Gili. Bisa menggunakan kapal umum (Public) yang dapat menampung 20 orang per boat, ada pula pilihan untuk menyewa boat sendiri dengan kapasitas maksimal 12 orang. Tentunya kalo kita menyewa kapal sendiri harganya jauh lebih mahal daripada naik kapal umum.

Daftar harga tiket penyeberangan ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air

Karena tujuan kami adalah Gili Trawangan, jadi kami memutuskan untuk naik kapal menuju Gili Trawangan dengan harga tiket Rp 10.000 / orang. Satu hal yang harus diperhatikan di sini adalah kita harus menunggu kapal sampai benar-benar penuh sesuai kuotanya (20 orang) baru kapal akan berangkat. Jadi kalo gak mau lama nunggu, lebih enak perginya rombongan. Setelah kurang lebih 20 menit menunggu, akhirnya kapal pun berangkat. Perjalanan dari Bangsal ke Trawangan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tapi sepanjang perjalanan saya jamin gak akan bosan, karena kita bisa melihat view Lombok dari kejauhan dengan pegunungannya yang eksotis!

Lombok dari kejauhan..

Kami berlabuh di Trawangan pukul 14.00 WIT. Fyi, kapal umum terakhir dari Trawangan ke Bangsal adalah pukul 16.00 WIT. Setelah itu biasanya tidak akan ada kapal lagi, dan mau gak mau pilihannya adalah menginap di Trawangan atau menyewa kapal sendiri yang tentunya akan lebih mahal. Berhubung besok kami akan ‘terbang’ kembali ke Jakarta, jadi tidak mungkin menginap hari ini di Trawangan. Oleh karena itu, kami hanya punya kurang lebih 2 jam untuk menikmati keindahan Gili Trawangan.

Menurut saya, Gili Trawangan begitu indah.. Pasirnya putih, lautnya gradasi biru muda dan biru tua. Sungguh sangat indah sekali. Bagi saya, selain Pulau Peucang, Trawangan adalah salah satu pantai yang sangat indah di mata saya. Hanya saja dibandingkan Peucang, Trawangan lebih ramai. Hmm, mungkin kalo Gili Meno sama Gili Air ga akan serame ini kali ya..

Gili Trawangan β™₯

Gili Trawangan β™₯

Trawangan lebih didominasi oleh turis mancanegara. Di sepanjang pantai banyak sekali bule-bule yang sedang sunbathing atau sekedar duduk-duduk di cafe-cafe sambil ngobrol satu sama lain. Mulai dari bule-bule yang muda, sampai yang kakek nenek ada di sini. Yaa mungkin sekilas mirip Bali kali yaaa.. (walaupun saya belum pernah ke Bali tapi kebayang suasananya sama kayak gini). Bule-bule dengan bikininya yang sexy yang lagi asyik sunbathing di bawah sinar matahari yang cukup menyengat pada saat itu. Oh iya, buat kamu-kamu yang kesini dan ingin snorkelling atau diving tapi gak punya alatnya, jangan khawatir. Karena di sepanjang jalan banyak sekali tempat-tempat penyewaan alat untuk snorkelling dan diving (mulai dari fin, mask, snorkel, oxygen, dsb). Harga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 25.000 – Rp 100.000 untuk peralatan snorkelling. Kalo untuk diving, saya kurang tau harganya karena gak nanyain hehehehe..

Salah satu tempat penyewaan peralatan diving di Trawangan..

I was here!! πŸ˜€

Bule-bule lagi sunbathing

Setelah puas menikmati keelokan Trawangan, jam 16.00 WIT kami kembali ke Pelabuhan Bangsal. Oh iya, saya lupa menyampaikan di awal. Jadi, di Lombok ini kita bisa minta ditungguin sama supir taksinya. Makanya dari awal saya dan tante saya muter-muter Lombok untuk beli oleh-oleh sampai akhirnya ke Trawangan itu, pak I Komang tetap setia menunggu. Tapi tenang saja, tidak perlu takut kemahalan karena argo pasti akan dimatikan. Jadi kita bisa puas berbelanja dan berjalan-jalan! Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, pak I Komang yang sebelumnya sudah saya telfon untuk standby menjemput kita di Bangsal, ternyata sudah ada di terminal. Kami pun memutuskan untuk naik si Domo dari Bangsal ke terminal. Tarif 1 orang untuk naik si Domo ini adalah Rp 5.000/orang dengan lama perjalanan menuju terminal kurang lebih 15 menit. Cukup murah ya..

Si Domo πŸ™‚

Di perjalanan menuju Holiday Resort, kami melewati pegunungan dan pemandangan laut yang sangaaaaaat indah.. Sampai akhirnya kami tiba di suatu daerah yang agak tinggi, yang kata pak I Komang daerah ini bernama “Malimbu”. Malimbu ini adalah suatu perbukitan yang viewnya menghadap ke laut biru. Indah sekali.. Anyway, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam mengitari Lombok dan membeli oleh-oleh, kami hanya membayar argo sebesar Rp 170.000. Cukup terjangkau, mengingat sudah banyaknya tempat-tempat yang kami lewati sepanjang perjalanan tadi..

Malimbu πŸ™‚

Di postingan selanjutnya, saya akan menceritakan tentang wisata kuliner yang terkenal di Lombok….. Ayam Taliwang! *to be continued*Β 

Lombok in My Eyes #1

Lombok in My Eyes #3

Read Full Post »

Nusa Tenggara Barat.. Satu nama provinsi di Indonesia yang entah sejak kapan menarik perhatian saya. Dan tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk bisa menginjakkan kaki di sini. But, finally.. I was there!

Hari itu, Rabu 16 Maret 2011,Β  pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki saya di Pulau Lombok, salah satu pulau yang menyajikan banyak wisata bahari di Indonesia. Suatu kebetulan saya bisa ke sini, dikarenakan tante saya yang dari Batam ada meeting di Lombok, dan dia membawa anaknya yang masih berusia 6 tahun ke sana. Saya jadi pengen ikutan, dengan alasan mau jagain anaknya. Hehehe..

Saya berangkat dari Bandung jam 9 pagi dengan menggunakan bus primajasa. Ketemuan sama tante saya, anaknya, dan temennya di Bandara Soekarno Hatta. Kami akan ‘terbang’ menuju kota Mataram dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan lokal, pada pukul 12.45 WIB. Sesampainya di bandar udara Selaparang, Mataram, hari sudah menunjukkan pukul 15.45 WIT, dikarenakan adanya perbedaan waktu 1 jam dengan Jakarta.

Bandar Udara Selaparang, Mataram πŸ™‚

Bandar udara Selaparang bisa dikatakan cukup kecil, namun skalanya adalah skala internasional. Akan tetapi, dari info yang saya dapatkan, bahwa pada bulan Juli nanti bandar udara ini akan ditutup dan digantikan dengan bandar udara baru yang berlokasi di luar kota Mataram. (saya lupa nama kotanya apa, hehe).

Ruang Pengambilan Bagasi

Perjalanan pun dilanjutkan. Sebelumnya, saya sempat tanya-tanya dulu sama temen saya yang sempat magang di Lombok selama kurang lebih 2 bulan. Menurut pengalamannya, di Lombok itu transportasi umum cukup sulit. Jadi kemana-mana kudu naik taksi atau carter mobil. Karena itulah, dari airport saya menyarankan pada tante saya untuk naik taksi aja ke hotelnya. Kami akan menuju Holiday Resort, yang menjadi tempat meeting tante saya.

Tarif taksi dari bandar udara Selaparang yang berlokasi di pusat kota Mataram menuju ke Holiday Resort yang berlokasi di Senggigi Beach, mencapai 85rb rupiah. Supir taksi yang membawa kami bernama, Pak Asmara. Di sepanjang perjalanan, beliau banyak bercerita tentang Lombok. Lombok yang sepi.. Lombok yang sangat menjunjung tinggi religiusitas umatnya. Oh iya, Pak Asmara juga sempat bercerita tentang mutiara khas Lombok yang terkenal itu. Menurut beliau, mutiara yang asli itu adalah mutiara yang berasal dari laut, dan harganya akan mencapai jutaan rupiah. Sementara mutiara yang berasal dari air tawar itu tidak asli, dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau. Mutiara yang asli sendiri di Lombok cukup susah didapat, karena hanya dikelola oleh pihak LIPI dan tidak sembarang orang yang menjualnya. Hanya saja sekarang sudah banyak ditemui mutiara-mutiara hasil budidaya yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Harga mutiara hasil budidaya ini cukup terjangkau dan dapat diperoleh di tempat-tempat penjualan oleh-oleh di Lombok..

Perjalanan dari bandar udara Selaparang menuju Holiday Resort memakan waktu kurang lebih 30 menit. Beberapa kali Pak Asmara menawarkan kepada tante saya dan temannya untuk mampir dulu membeli oleh-oleh. Kata beliau, selama masih searah kita bisa berhenti dulu untuk makan atau membeli oleh-oleh dan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Namun, karena tante saya sedang ditunggu meeting maka kami memutuskan untuk lanjut saja. Di sepanjang perjalanan saya menyaksikan pesona Lombok yang begitu indah. Mulai dari pantainya, (kami melewati pantai batu layar, dan pantai senggigi, hanya saja tidak sempat mampir karena sedang dikejar waktu) dan pegunungannya yang eksotis. β™₯

Pantai Batu Layar

Pantai Senggigi dari kejauhan..

Sesampainya di Holiday Resort, saya dan Salsa (anak tante saya, 6 tahun) hanya menghabiskan waktu dengan berenang di kolam renang hotel. Karena tante saya masih meeting, jadi di hari pertama ini kami tidak banyak pergi kemana-mana. Hanya melihat sunset dari hotel saja. Malamnya, kami makan malam bersama dengan teman-teman kantor tante saya. Ada yang menarik perhatian saya ketika makan malam, yaitu sekelompok bapak-bapak pemain musik yang menghibur tamu hotel pada malam itu. Jadi berasa di Hawaii gitu deh. Hehehe..

Salsa lagi berenang.. πŸ˜‰

Menunggu sunset di Holiday Resort

Ada bule lagi dinner diiringi lagu-lagu Hawaii.. β™₯

Nantikan lanjutan cerita saya selama di Lombok di postingan selanjutnya yaaa..

Lombok in My Eyes #2

Lombok in My Eyes #3

Read Full Post »